Tampilkan postingan dengan label Culture Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culture Korea. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 September 2013

Chuseok, Hari Thanksgiving di Korea

Korean thanksgiving Chuseok

Chuseok adalah hari Thanksgiving di Korea dan merupakan satu dari dua hari libur utama di negeri K-pop ini. Chuseok dirayakan setiap hari ke-5 bulan 8 pada kalender bulan Korea (Bukan kalender Masehi), dan dijadikan hari libur nasional selama 3 hari (saat Chuseok serta 1 hari sebelum dan sesudahnya). Tahun 2013 ini, Chuseok jatuh pada tanggal 19 September sementara tahun depan akan jatuh pada tanggal 8 September. Tradisi orang Korea pada hari besar Chuseok adalah mengunjungi kota kelahiran nenek moyang atau leluhur mereka untuk melakukan penghormatan. Ritual ini biasanya meliputi sembahyang pagi-pagi sekali untuk menghormati leluhur lalu mengunjungi makam mereka untuk membersihkannya dan menawarkan makanan, minuman, serta hasil panen.

Sebagai tradisi hari libur Chuseok, orang Korea juga biasanya
berkumpul bersama keluarga dan mengadakan makan besar atau pesta makan-makan untuk berbagi makanan tradisional khas Korea seperti songpyeon, hangwa, dan arak beras. Songpyeon adalah jenis kue beras yang berisi aneka bahan isian yang sehat seperti biji wijen, kacang kedelai hitam, kacang hijau, biji cemara, biji kenari, chesnut, kayu manis, jujube (kurma merah Korea), dan madu. Sementara hangwa adalah kue yang terbuat dari tepung beras, umbi-umbian, buah, dan madu yang didekorasi dan diwarnai dengan bahan-bahan alami. Kue ini juga tidak hanya dimakan pada perayaan Chuseok saja, melainkan juga pada pesta perkawinan dan ulang tahun. Makanan lain yang biasanya juga disajikan adalah aneka buah, japchae, dan bulgogi.

Selain makan besar, diadakan juga berbagai acara perayaan dan pertunjukan yang semarak seperti permainan dan tarian rakyat tradisional. Salah satu permainan yang paling terkenal adalah Ssireum, di mana dua orang bergulat dengan cara memegang ikat pinggang satu sama lain (berwarna merah dan biru), dan salah satunya akan menjadi pemenang jika ia berhasil membuat tubuh bagian atas lawannya menyentuh tanah. Pertandingan ini sangat populer sehingga cukup sering diadakan, tidak terbatas hanya pada hari-hari libur besar saja. Selain ssireum, pertunjukan lain yang sering diadakan adalah Ganggangsullae, yaitu tarian tradisional yang dilakukan oleh wanita-wanita berpakaian hanbok dengan bergandengan tangan membentuk lingkaran, dan berputar sambil bernyanyi. Tarian ini dilakukan di bawah bulan purnama pada malam Chuseok. 

Jika Anda melewatkan perayaan Chuseok di Korea tahun ini, Anda masih memiliki kesempatan tahun depan. Tahun 2014 nanti, Chuseok akan jatuh pada tanggal 8 September. Catet ya! Perayaan Chuseok merupakan salah satu dari banyak festival yang diadakan pada musim gugur. Jadi kalo Anda berlibur ke Korea pada musim gugur, mungkin Anda juga bisa menyaksikan festival-festival lain yang tak kalah meriah sekaligus menikmati pemandangan tempat-tempat indah di Korea yang makin menakjubkan saat musim gugur.

Perayaan Tahun Baru Korea (Seollal)


Korean new year Seollal
Salah satu permainan tradisional pada hari Seollal
Seperti halnya tahun baru China dan tahun baru Islam, orang Korea juga merayakan tahun baru lain selain tahun baru 1 Januari, yaitu Seollal. Seollal adalah tahun baru Korea (Korean New Year) yang jatuh pada hari pertama kalender bulan Korea dan menjadi hari libur nasional selama 3 hari. Pada tahun 2013 ini Seollal jatuh pada tanggal 10 Februari, dan untuk tahun 2014, seollal jatuh pada tanggal 31 Januari.

Kebiasaan orang Korea pada tahun baru ini adalah pulang atau mengunjungi rumah orang tua mereka jika merantau atau sudah tidak tinggal serumah, dan juga melakukan penghormatan kepada leluhur. Banyak dari mereka juga berdandan dengan mengenakan pakaian tradisional Korea (hanbok). Makanan yang biasa dihidangkan pada hari libur Seollal adalah tteokguk (sup kue beras) dan soju (arak beras). Orang Korea menganggap tahun baru ini seperti halnya hari ulang tahun sehingga menganggap umur mereka telah bertambah 1 tahun setelah selesai makan tteokguk pada perayaan tahun baru ini.

Seperti tahun baru China, pada tahun baru Seollal juga ada tradisi memberi angpao oleh orang tua kepada anak-anak. Anak-anak biasanya mengucapkan selamat tahun baru kepada para orang tua (orang tua, paman, bibi, kakek-nenek mereka) sambil membungkuk, setelah itu para orang tua membalasnya dengan memberi uang yang dimasukkan ke dalam kantong kecil yang terbuat dari sutera. Kata-kata selamat tahun baru yang biasa diucapkan oleh anak-anak atau orang yang lebih muda adalah “saehae bok mani badeuseyo” yang artinya “have a blessed New Year” dan orang tua membalasnya dengan berkata “deokdam”. 

Sebagai hari libur dan perayaan paling penting di Korea, pastinya banyak acara yang diadakan untuk merayakan tahun baru Seollal, baik festival-festival rakyat maupun hiburan modern. Perayaan dan festival-festival ini biasanya bertempat di pusat-pusat kebudayaan Korea, dan juga tempat wisata yang erat kaitanya dengan tradisi dan kebudayaan rakyat Korea seperti istana kerajaan dan desa rakyat tradisional. Nah, Anda tertarik ingin merasakan seperti apa suasana tahun baru di Korea?

Artikel Terkait:
Chuseok, Hari Thanksgiving di Korea

Postingan Populer