Tampilkan postingan dengan label Shopping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shopping. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juni 2014

Ramainya Flea Market Paling Terkenal di Madrid, Spanyol

pasar el rastro flea market madrid

El Rastro adalah flea market paling terkenal di Madrid, Spanyol. Pasar outdoor ini digelar sepanjang tahunnya setiap hari Minggu dan hari libur, antara jam 9 pagi sampai jam 3 sore di kawasan Ambassador's Neighborhood (barrio de Embajadores), Madrid. Paling banyak ada 3500 kios yang menyusun pasar terbuka ini, yang berjajar di sepanjang Plaza de Casscoro di sisi utara, jalan utama Ribera de Curtidores dan jalan Calle Embajadores di timur, serta Ronda de Toledo dan plaza del Campillo del Mundo Nuevo di sisi selatan. 

Seperti di flea market pada umumnya, di El Rastro anda juga bisa menjumpai aneka macam barang dengan harga murah dan bisa ditawar, baik baru maupun bekas (second). (Meskipun saat ini lebih banyak dijual barang baru di sini, dan didominasi oleh pakaian di jalan utamanya). Di El Rastro, produk yang dijual bervariasi, mulai dari barang langka dan antik hingga karya seni, dari kartu mainan, perangko, dan gambar hingga buku klasik yang sudah jarang ditemui, dan dari CD film hingga aksesoris dan fashion item vintage maupun funky.

Bahkan anda juga bisa menemui kios penjual burung dan binatang di pasar outdoor ini! Sejumlah toko barang antik di area setempat juga buka pada hari Mingggu. Pokoknya, semua yang anda pikirkan bisa dijumpai di El Rastro :D, yang membuat tempat ini menjadi surga belanja sekaligus pasar outdoor paling ramai dan meriah di Madrid. Anda juga bisa mencari oleh-oleh yang unik dan tak biasa di sini. 

El Rastro Flea Market di Madrid paling sibuk dan ramai sekitar pukul 11. Karena itu jika anda berniat mencari sesuatu untuk di bawa pulang, datanglah lebih awal, jam 9 atau jam 10, agar bisa memilih dan menawar barang dengan leluasa. Selain itu, datang lebih awal juga memungkinkan anda mendapat barang yang lebih baik sebelum kehabisan. Namun jika tujuan anda adalah justru melihat suasana El Rastro saat paling ramai, dan merasakan pengalaman ala turis, tak apa datang sekitar jam 11. 

Atau kalau mau lebih sepi, anda bisa mengelilingi pasar sekitar tengah hari, saat orang-orang sudah berlalu untuk makan siang dan mencicipi beberapa tapas di bar di tepi pasar, dan juga sekitar Plaza de Cascorro. Namun begitu, anda jadi mengundur waktu makan siang anda (atau sudah duluan? :D) dan kehilangan kesempatan marasakan suasana bar yang ramai saat makan siang dekat El Rastro :).

Kios-kios di El Rastro mulai tutup sekitar sekitar jam setengah 3 sore (atau setengah 4 pada musim panas), karena itu jangan datang terlalu sore ya :). Kalau sudah belanja di El Rastro, tapi masih kurang puas, anda bisa ikut outlet shopping trip ke Las Rozas Shopping Village.

Alamat El Rastro Flea Market: Sepanjang Plaza de Cascorro dan Ribera de Curtidores, 28005 Madrid 
Transportasi: 
Stasiun metro terdekat: La latina station dan Puerta del Toledo station (line 5)
Biaya masuk: Gratis

Kamis, 02 Januari 2014

4 Tempat Belanja Terkenal di Seoul, Korea Selatan

Jalan di pusat perbelanjaan Myeongdong ramai pengunjung
Tak hanya terkenal sebagai tempat belanja fashion dan kosmetik Korea, empat pusat perbelanjaan di Korea Selatan ini juga merupakan tempat favorit dan murah untuk berburu makanan dan belanja oleh-oleh khas Korea. Tempat-tempat ini juga merupakan tempat wisata terkenal di Korea yang tak pernah dilewatkan oleh wisatawan. Mau tahu di mana saja tempat belanja terkenal ini?

Berwisata ke suatu negara, tak lengkap rasanya jika tak menyambangi pusat perbelanjaannya. Ini juga berlaku di Korea Selatan. Apalagi negeri ini tempatnya bintang-bintang K-drama dan K-Pop yang terkenal memiliki style yang oke punya mulai dari fashion, make up, hingga gaya rambut. Oleh karena itu, Korea, khususnya Seoul, juga menjadi salah satu kiblat fashion dunia. Dan di pusat perbelanjaan inilah kita bisa mendapatkan produk-produk fashion dan kosmetik andalan Korea. Dan bicara tentang kawasan pusat perbelanjaan, Korea selatan punya 4 destinasi wisata belanja terkenal.

Empat tempat belanja ini punya spesialisasi masing-masing. Ada yang spesialisasi di butik-butik fashion dan kosmetik dengan banyak restauran dan tempat hiburan, ada yang spesial oleh-oleh khas, ada yang spesialisasi di toko-toko fashion grosir, dan ada juga yang menjadi pusatnya makanan dan jajanan khas Korea. Oleh karena itu, tempat-tempat ini tak hanya menjadi tujuan para penggemar fashion tetapi juga pemburu oleh-oleh khas Korea, pecinta kuliner, dan wisatawan yang ingin melihat pusat keramaian dan kehidupan muda-mudi di Korea. Anda penasaran dan ingin menjelajah 4 tempat wisata belanja di Korea ini? Berikut informasinya.

1. Myeongdong
tempat belanja di seoul korea selatan myeongdong
Jajaran toko kosmetik di Myeongdong, Seoul, Korea Selatan
Myeongdong adalah kawasan di Seoul, Korea Selatan, yang menjadi salah satu distrik pusat perbelanjaan dan wisata utama di kota Seoul. Tempat ini sangat populer di kalangan wisatawan macanegara sebagai surga belanja dan pusat fashion yang menjual aneka fashion item dari produk lokal hingga barang-barang bermerk internasional seperti Louis Vuitton, H&M, Ralph Lauren, Forever 21, dll. Myeongdong juga menjadi sentra kosmetik di mana kita bisa dengan mudah menemukan outlet kosmetik merk terkenal Korea seperti Etude, The Face Shop, Skin Food, Missha, dan Nature Republic. Harga barang-barang di sini pun bervariasi dari sedang hingga mahal. Di kawasan ini juga terdapat beberapa departemen store dan shopping centre besar seperti Lotte Department Store, Shinsegae Department Store, Migliore, M Plaza, and Noon Square. Bagi penggila K-pop, Anda juga bisa menemukan aneka CD dan marchandise K-pop di Myeongdong.

Puas belanja dan jalan-jalan, saatnya kita mencharge energi kita kembali sekaligus wisata kuliner di restauran dan cafe-cafe di sepanjang jalan di area ini. Restoran fast food seperti McDonald dan KFC juga bisa anda temukan di Myeongdong. Selain itu, tidak ketinggalan pula tempat hiburan seperti bioskop dan juga theater turut meramaikan kawasan ini menjadikannya kian populer di kalangan anak muda Seoul. Meskipun ramai, jalanan di Myeongdong tetap leluasa untuk ditelusuri karena jalan utama dan kebanyakan gang-gangnya diperuntukan khusus bagi pejalan kaki (kecuali pagi-pagi sekali dan larut malam). Jadi kita bebas mau jalan di tengah atau menyeberang suka-suka, tapi tetep ya jangan sampai nubruk orang lain :p dan selalu hati-hati dengan tas, barang berharga, serta barang bawaan Anda ;)

Oh ya, Myeongdong juga punya atraksi wisata lain berupa festival yang diadakan 2 kali setahun, yaitu dari akhir Maret hingga pertengahan April pada musim semi, dan pada bulan September pada musim gugur. Festival ini menampilkan berbagai atraksi menarik mulai dari parade, fashion show, hingga pertunjukan musik dan tarian. Banyak toko di Myeongdong juga menawarkan obral dan produk diskon pada periode festival ini. Hmm.. tau kan sekarang waktu yang paling tepat untuk datang ke Myeongdeong? ;D. Dan sebagai kawasan belanja, Myeongdong juga menjadi tempat yang cocok untuk icip-icip jajanan pinggir jalan khas Korea dan sering menjadi tempat ‘lahir’nya jajanan-jajanan Korea inovatif seperti tornado potato dan tokkebi hotdog khas Korea :D

2. Insadong
Berbagai macam suvenir khas Korea di salah satu toko di Insadong
Insadong adalah sebuah kawasan (dong) di distrik Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan. Kawasan ini terkenal di kalangan para wisatawan sebagai tempat membeli oleh-oleh atau suvenir tradisional murah khas Korea. Jalan utamanya, Insadong-gil, dikenal sebagai jalan tradisional dan merupakan bentuk percampuran antara dua kebudayaan, yaitu kebudayaan masa lampau dan masa kini. Hal ini tercermin oleh adanya bangunan-bangunan modern yang berpadu dengan bangunan-bangunan bersejarah yang menciptakan atmosfer unik yang khas. Tak hanya toko-toko suvenir, di Insadong juga banyak terdapat kedai minum teh tradisional bagi anda yang ingin menikmati tradisi minum teh ala Korea. 

Insadong juga merupakan salah satu kawasan di Seoul yang populer untuk berburu kuliner dan makanan pinggir jalan khas Korea. Jadi Anda bisa berburu oleh-oleh sekaligus wisata kuliner. Kawasan ini khususnya terkenal dengan kkutarae dan es krim unik jjipangyi ice cream. Tak hanya itu, Insadong juga dikenal dengan banyak toko barang antiknya di mana sekitar 40% toko barang antik dan galeri seni di Korea ada di kawasan ini! Wow. 90% toko-toko alat tulis tradisional juga ada di kawasan ini, membuat jalan-jalan disini berasa sedang jalan-jalan di museum di mana barang-barangnya semua antik-antik dan tradisional. Tak heran, jika dulu Insadong merupakan pasar barang seni dan antik terbesar di Korea dan juga tempatnya para pelajar zaman dinasti Chosun membeli alat-alat tulis.

3. Namdaemun Market
Aneka kios di pasar Namdaemun
Namdaemun Market adalah pasar tradisional terbesar dan tertua sekaligus pasar retail terluas di Korea Selatan. Pasar ini terletak di kota Seoul, dekat dengan Namdaemun atau ‘Great South Gate’ yaitu gerbang utama selatan menuju kota lama Seoul. Namdaemun Market memiliki jalan yang sempit karena dibangun pada masa di mana mobil belum menjadi sesuatu yang lazim :o. Oleh karena itu untuk mengangkut barang masuk dan keluar pasar digunakanlah motor atau gerobak. Namdaemun Market merupakan salah satu destinasi wisata populer di Korea dan terkenal sebagai tempat mencari makanan dan jajanan khas Korea (Namdaemun terkenal dengan hotteok-nya). 

Pasar ini juga menjadi tempat favorit untuk belanja aneka suvenir dan oleh-oleh khas Korea yang murah serta barang-barang fashion dengan harga miring. Dan mirip seperti pasar Tanah Abang di Jakarta, Namdaemun juga merupakan tempat grosiran pakaian di mana para penjual retail dari tempat lain dan bahkan luar kota memborong barang di sini dengan harga grosir untuk kemudian dijual kembali. Jadi jangan heran jika Anda akan banyak menjumpai orang lalu lalang sambil membawa-bawa bungkusan besar. Kalau Anda berminat, Anda juga bisa belanja murah ala grosir di sini :)

4. Dongdaemun Market
Tempat belanja di seoul korea selatan dongdaemun
Suasana di Dongdaemun market, Seoul
Dongdaemun Market adalah kawasan perdagangan luas yang terletak di Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan. Jika Anda pernah menonton drama Korea Fashion King, pasti sering mendengar tentang tempat ini. Kawasan yang terkenal sebagai tujuan wisata dan belanja ini terdiri dari pasar-pasar tradisional dan juga mal-mal pusat perbelanjaan. Area pasar ini terbagi menjadi 5 kawasan belanja, yaitu A, B, C, D, dan kota pusat perbelanjaan dengan 26 mall dan 30 ribu toko dengan spesialisasi masing-masing. 

Di Dongdaemun Market, Anda bisa menemukan berbagai macam barang seperti halnya di pasar dan pusat perbelanjaan mulai dari pakaian, sepatu, barang-barang dari kulit, aneka jenis kain dan sutra, mainan, perlengkapan olahraga, hingga barang-barang elektronik. Tempat ini juga memiliki beberapa area makanan dengan spesialisasi kuliner khas Korea dan terkenal khususnya untuk sundae dan mandu. Nah jika Myeongdong adalah tempatnya belanja fashion ternama dan butik-butik trendy, maka Dongdameun adalah tempat lain untuk belanja fashion yang lebih murah ala retail dan grosir namun modelnya tak kalah stylish dan update.

Senin, 16 September 2013

10 Tempat Wisata Populer di Korea Selatan

pulau jeju korea

Berikut saya rangkumkan 10 tempat wisata paling terkenal di Korea Selatan yang wajib anda kunjungi saat pertama kali jalan-jalan ke negeri ginseng. (baca: Budget Hotel dan Backpacker Hostel di Seoul, Korea). Tempat-tempat wisata ini meliputi ikon dan landmark Korea, istana kuno, desa rumah tradisional, surga belanja, tempat bunga sakura, hingga dua pulau paling indah di Korea. Check it out!

N Seoul Tower Korea

N seoul Tower adalah sebuah menara komunikasi dan observasi yang terletak di gunung Namsan, Seoul, Korea Selatan. Menara setinggi 236,7 m ini merupakan landmark kota Seoul dan merupakan titik tertinggi di kota ini. Karena itu, jika Anda berwisata ke Korsel tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi menara populer yang satu ini. Salah satu yang menjadi daya tarik terbesar dari N Seoul Tower adalah ribuan gembok cinta warna-warni aneka bentuk yang ada di pohon dan juga pagar di bagian bawah menara. 

Selain itu, di puncak N Seoul Tower juga terdapat 4 dek observasi di mana kita bisa melihat panorama kota Seoul dari ketinggian. Satu dek observasinya merupakan restauran berputar yang memungkinkan kita menikmati santapan lezat sekaligus pemandangan sekitar 360o! Selain itu masih ada lagi 2 restauran lain di lantai dasar, toko suvenir, dan juga museum Teddy Bear. Untuk menuju N Seoul Tower sendiri yang ada di puncak gunung, ada banyak alternatif yang bisa ditempuh, dan semuanya menawarkan pengalaman dan pemandangan yang berbeda. Tiga diantaranya yang bisa Anda pilih adalah naik cable car, mendaki tangga, atau menelusuri jalan raya. Baca lebih detail... 

Alamat N Seoul Tower: 산1-3 Yongsandong 2(i)-ga, Yongsan-gu, Seoul, Korea Selatan

Korean Palace

Hal lain yang identik dengan Korea Selatan adalah istana kerajaan zaman dulunya yang sering muncul di drama-drama kolosal Korea. Ada 5 istana (Grand Palace) yang dibangun pada masa dinasti Joseon, yaitu Istana Gyeongbokgung, Changdeokgung, Changgyeonggung, Deoksugung, dan Gyeonghuigung. Istana-istana indah dan khas Korea ini sangat populer dan menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi di Seoul, Korea Selatan. (Baca info detail tiap istana ini di sini).

Selain pemandangan kompleks istana yang indah, kita juga bisa melihat secara dekat arsitektur, interior, adat istiadat, serta benda-benda peninggalan warisan Dinasti Joseon. Setiap harinya di beberapa istana ini juga diadakan pertunjukan peragaan ulang dari ritual, tradisi, serta kegiatan-kegiatan yang terjadi di kehidupan kerajaan pada zaman Dinasti Joseon. Melihatnya secara langsung akan membuat Anda merasa seperti masuk dalam drama-drama kolosal Korea atau bahkan seperti telah terbang dengan mesin waktu dan kembali ke zaman dulu saat Dinasti Joseon masih berjaya di Korea Selatan :)

Hanok Village korea

Selain istana kerajaan, hal lain yang mencolok dan khas dari kebudayaan Korea yang sering muncul dalam drama-drama kolosalnya adalah kampung-kampung penduduk dengan rumah tradisonal Korea (hanok) yang khas. Jangan kira bahwa rumah-rumah tersebut hanya sebatas settingan semata yang dibuat khusus untuk film, karena desa-desa dan rumah-rumah ini memang benar ada dan masih bisa kita lihat hingga sekarang. 

Bagi yang ingin mengenal budaya Korea atau penyuka drama Korea, Anda pasti ingin datang dan melihat langsung desa-desa penduduk ini jika mengunjungi Korea Selatan, iya kaan?? *ala Syahrini*. Karena itu saya sudah rangkumkan informasi lengkap tentang 9 kampung rakyat tradisional Korea yang wajib Anda dikunjungi. Di desa-desa ini Anda tidak hanya bisa merasakan atmosfer desa yang khas tetapi juga melihat dan merasakan langsung kebudayaan mereka. Bahkan Anda juga bisa merasakan hidup di rumah tradisional dengan menginap di penginapan-penginapan hanok yang ada. Baca info selengkapnya di sini.

Myeongdeong Korea

Berwisata ke suatu negara, tak lengkap rasanya jika tak menyambangi pusat perbelanjaannya. Ini juga berlaku di Korea Selatan. Apalagi negeri ini tempatnya bintang-bintang K-drama dan K-Pop yang terkenal memiliki style yang oke punya mulai dari fashion, make up, hingga gaya rambut. Oleh karena itu, Korea, khususnya Seoul, juga menjadi salah satu kiblat fashion dunia. Dan di pusat perbelanjaan inilah kita bisa mendapatkan produk-produk fashion dan kosmetik andalan Korea. Dan bicara tentang kawasan pusat perbelanjaan, Korsel punya beberapa destinasi wisata belanja terkenal yaitu Myeongdong, Insadong, Dongdaemun, dan Namdaemun. 

Empat tempat ini punya spesialisasi masing-masing. Ada yang spesialisasi di butik-butik fashion dan kosmetik dengan banyak resaturan dan tempat hiburan, ada yang spesialisasi di toko-toko fashion grosir, ada yang spesial suvenir khas, dan ada juga yang menjadi pusatnya makanan dan jajanan khas Korea. Oleh karena itu, tempat-tempat ini tak hanya menjadi tujuan para penggemar fashion tetapi juga pemburu oleh-oleh, pecinta kuliner, dan wisatawan yang ingin melihat pusat keramaian dan kehidupan muda-mudi di Korea. Anda tertarik menjelajah 4 tempat wisata belanja ini? Baca lebih detail di sini.

Festival bunga sakura di Jinhae Korea

Jinhae atau Jinhae-gu adalah sebuah distrik di kota Changwon-si, provinsi Gyeongsangnam-do, Korsel, sekitar 1 jam dari Busan. Bagi penggemar drama Korea, pasti sering dengar kata Jinhae, yang kalau sudah di-dubbing dalam bahasa Indonesia jadi terdengar seperti ‘Jinan’ :D. Tempat ini sering menjadi lokasi syuting drama Korea dan identik dengan bunga cherry atau sakura. Ya, tempat ini memiliki banyak sekali pohon sakura baik yang tersebar di kota maupun terkonsentrasi di beberapa tempat. Setiap musim semi, lebih dari 1 juta orang, baik warga lokal Korea maupun turis, membanjiri kota Jinhae untuk melihat pohon-pohon bunga sakura yang bermekaran.

Selain itu, pada musim semi Jinhae juga terkenal dengan festival bunga sakuranya (Jinhae Gunhangje Festival atau Jinhae Cherry Blossom Festival) yang diadakan setahun sekali. Pada festival ini para pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan bunga sakura, tetapi juga aneka kuliner di stan makanan, dan juga permainan serta pertunjukan live. Kita juga bisa menyaksikan parade militer yang digelar sebagai bagian dari Jinhae Naval Festival yang digelar secara bersamaan. Tertarik melihat keindahan bunga sakura di Jinhae? Baca lebih detail untuk mengetahui kapan festival bunga sakura di Jinhae diadakan dan lokasi bunga sakura mana saja yang wajib dikunjungi.

*Jinhae paling cocok dikunjungi pada musim semi

Pulau Nami Korea

Pulau Nami atau Namiseom adalah pulau mungil nan indah berbentuk bulan separo yang berada di wilayah Chuncheon-si, provinsi Gangwon-do, Korea Selatan; sekitar 63 km dari kota Seoul. Pulau Nami terkenal memiliki pemandangan alam yang indah dan juga jalan romantis dengan deretan pohon di kedua sisinya. Pulau ini makin populer setelah booming-nya drama korea Winter Sonata yang menjadikan pulau ini sebagai lokasi syuting. Karena pulau ini menyajikan kecantikan dan romantisme yang berbeda setiap musimnya, Anda setidaknya harus datang 4 kali ke pulau ini, yaitu saat musim gugur, musim dingin, musim semi, dan juga musim panas :). Namun paling wajib adalah musim gugur.

Selain memiliki pemandangan alam yang indah, Pulau Nami juga merupakan pusat acara-acara kebudayaan dan seni di Korea yang diadakan hampir setiap pekan. Pulau ini juga memiliki kebun binatang, kebun botani, perahu wisata, ayunan luncur menuju pulau, museum dan galeri seni, panggung indoor dan outdoor, dan pondok penginapan serta hotel lengkap dengan fasilitas seminar dan workshop. Pulau Nami juga memiliki keunikan tersendiri seperti mendeklarasikan diri sebagai ‘Republik Naminara’ dan memiliki kelengkapan administrasi seperti halnya sebuah negara independen. Selain itu pulau ini masih memilki beberapa tradisi unik lainnya. Baca lebih detail.

Alamat: Namiseom, Chuncheon, Korsel

Pulau Jeju Korea

Pulau Jeju atau Jejudo adalah pulau terbesar sekaligus provinsi terkecil di Korea Selatan yang terletak di Selat Korea, 130 kilometer jauhnya dari pantai selatan Korea. Pulau ini sering dianggap seperti Bali atau Hawai-nya Korea dan merupakan salah satu tujuan wisata honeymoon paling top di dunia. Pulau Jeju juga tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan merupakan 1 dari 7 Keajaiban Alam versi terbaru. Pulau yang dijuluki ‘Island of the Gods’ ini memiliki banyak alam terbuka dan memiliki pemandangan alam yang bervariasi meliputi gunung, tebing, pantai, air terjun, padang rumput, serta padang bunga liar yang indah. 

Selain keindahan alamnya, pulau ini juga menawarkan banyak objek wisata lain seperti kebun botani, museum Teddy Bear, taman dewasa Love Land, taman teka-teki Maze, theme park, festival, dan juga aneka kegiatan seperti menunggang kuda, menyelam, dan juga hiking. Desa-desa tradisonal khas penduduk asli Jeju juga wajib dikunjungi oleh Anda yang tertarik untuk mengetahui kehidupan dan kebudayaan asli warga lokal. Kita juga bisa melihat rumah-rumah tradisional dan kebudayaan penduduk Pulau Jeju di 2 museum desa rakyat yang ada di pulau ini. Seperti layaknya tempat wisata lain, di pulau Jeju juga banyak toko-toko suvenir, kerajinan tangan, oleh-oleh, serta makanan khas Jeju. Baca lebih detail.

8. Taman Hiburan

Korea Selatan punya dua andalan taman hiburan, yaitu Lotte World dan Everland. Satunya berada di Seoul dan satunya berada di kota Yongin. Dua-duanya menawarkan suasana dan atraksi hiburan yang berbeda. Lotte World terkenal dengan theme park indoornya yang sering dipakai sebagai lokasi syuting film, sementara Everland terkenal dengan taman bunga serta bangunan-bangunannya yang indah seperti di negeri dongeng.

Lotte World terdiri dari theme park indoor, taman hiburan outdoor, museum rakyat Korea, mall, bioskop, sebuah hotel mewah, serta fasilitas olahraga. Sementara Everland memiliki theme park, kebun binatang, arena balap, serta aneka wahana dan petualangan outdoor yang terbagi dalam 5 zona berbeda, yaitu: Zoo-Topia, European Adventure, Magic Land, American Adventure, dan Roller Coasters. Keduanya memiliki keistimewaan dan kelebihan masing. Terserah Anda mau pilih yang mana, Lotte World atau Everland (Klik untuk melihat info masing-masing). Pilih dua-duanya juga boleh kok :) 

9. Cheonggyecheon Stream
sungai cheonggyecheon stream korea

Cheonggyecheon Stream adalah sungai sepanjang 8,4 km yang mengalir di tengah kawasan pusat bisnis kota Seoul, Korea Selatan. Sungai ini memiliki tempat berjalan di kedua sisinya (layaknya Sungai Seine di Paris) dan dihiasi dengan karya seni, patung, taman, jembatan, air terjun serta pertunjukan sinar laser yang bisa dinikmati pada malam hari. Cheonggyecheon Stream merupakan primadona wisata baru di kota Seoul, dan menjadi tempat duduk dan jalan-jalan favorit warganya, khususnya pasangan muda-mudi. 

Karena sering muncul dalam drama Korea, Cheonggyecheon Stream juga cukup populer di kalangan wisatawan mancanegara dan menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi di kota Seoul. Apalagi tempat ini juga merupakan tempat diadakannya Lantern Seoul Festival, yaitu festival lampion yang diadakan setahun sekali yang merupakan salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu di Korea. Nah karena Cheonggyecheon Stream ini cukup panjang, ada beberapa titik yang cocok sebagai starting point Anda untuk menelusuri sungai ini, salah satunya adalah ujung Cheonggyecheon Stream dekat Gwanghwamun Station.


Ke Korea belum lengkap rasanya kalau belum mencoba sauna khasnya yang disebut Jjimjilbang. Jjimjilbang adalah tempat sauna Korea sekaligus tempat pemandian umum yang dilengkapi dengan kolam air panas, sauna kering dan basah, dan berbagai fasilitas lain seperti rest area, TV, cafetaria, tempat pijat, spa, ruang komputer, dan free WI-FI. Tempat ini sangat populer di Korea dan merupakan salah satu unsur kebudayaan yang tak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari warganya. Di Korea, orang biasanya pergi ke jjimjilbang pada akhir minggu untuk refreshing sekaligus menghabiskan waktu bersama saat weekend, entah dengan rekan kerja, teman, atau keluarga. Jjimjilbang juga sepertinya menjadi tempat kencan favorit bagi para pasangan kekasih seperti yang terlihat hampir di setiap drama Korea :D

Nah tidak seperti tempat sauna biasa, jjimjilbang ini sangat lengkap fasilitasnya dan tempat saunanya pun terdiri dari banyak lantai dan kamar dengan ‘spesialisasi’ masing-masing. Anda bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk mencoba semua ruangan sauna ini. Belum lagi terdapat ruangan lainnya seperti rest area di mana Anda bisa tidur-tiduran, tidur sungguhan, menonton TV, sekedar baca buku atau ngobrol sambil ngemil! Pokoknya lengkap, tak hanya bisa relaksasi dan refreshing tetapi juga bisa bersosialisasi, mencoba makanan Korea, sekaligus memperoleh pengalaman kultural. Jjimjilbang juga bisa menjadi alternatif penginapan yang murah karena kebanyakan tempat ini buka 24 jam dan cocok untuk menyegarkan badan sebelum kembali menempuh perjalanan jauh pulang ke rumah ;)

Anda tertarik ke Jjimjilbang? Baca lebih detail di sini karena masih ada banyak hal yang perlu Anda tahu tentang sauna Korea, termasuk sesuatu yang mungkin membuat Anda shock *serius*


Nah itu dia 10 tempat wisata populer di Korea Selatan. Cek juga daftar city tour lokal di Seoul. Nah, sudah tau tempat wisatanya, tinggal cari tempat menginap. Nah, jika anda ingin cari hotel murah di Seoul untuk menekan budget traveling anda seminimal mungkin, anda bisa pilih menginap di salah satu hotel murah namun berkualitas di seoul berikut ini. Banyak lho hostel yang kurang dari 200 ribu rupiah, dan lokasinya juga di kawasan dekat tempat wisata terkenal seperti kawasan Jongno-gu, Myeongdong, Insadong, Dongdaemun, Hongdae, dkk. Silahkan dicek sendiri: Daftar hotel murah di Seoul, Korea Selatan. Happy travelling! :)


All articles ©explorerguidebook.blogspot.com


Baca juga:




















Rabu, 04 September 2013

Live like A Parisian: Belanja di Paris Outdoor Food Market

Paris outdoor food market

Tak hanya favorit bagi warga lokal, pasar terbuka atau outdoor food market juga menjadi salah satu daya tarik wisata bagi para turis yang ingin mengenal kota Paris lebih dalam dengan mengenal gaya hidup sehari-hari warganya. Nah ingin tahu pasar outdoor mana saja yang paling terkenal di Paris?

Selain Flower Market dan Flea Market, tempat colourful lain yang suka dikunjungi warga lokal Paris (Parisian) adalah outdoor food markets atau yang juga sering disebut sebagai open-air food markets atau farmer markets. Outdoor Food Markets di Paris adalah pasar yang menjual aneka bahan makanan segar seperti aneka macam buah, sayuran, daging, ikan, seafood, keju, dan bumbu masak serta bahan pelengkap lain, langsung dari produsennya atau petani lokal. Karena itulah pasar ini juga sering disebut sebagai Farmers Markets. Open markets sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Paris sejak tahun 1400an, di mana dulu para petani membawa hasil bumi mereka ke Paris untuk dijual dengan membawanya menggunakan kereta kayu. Hal inipun terus berkembang dan bertahan hingga sekarang menjadikan pasar tradisional jenis ini menjadi salah satu unsur kebudayaan dan kehidupan khas warga Paris yang tak lekang oleh zaman.

Pasar outdoor di Paris

Outdoor food markets biasanya buka pada hari tertentu, satu atau dua kali dalam seminggu, dan bisa ditemui hampir di setiap kawasan. Kebanyakan jenis pasar ini adalah pasar sementara yang menempati area terbuka seperti alun-alun dan juga jalan, karena itu ada juga yang menyebutnya sebagai Street Markets. Para pedagang biasanya datang pagi-pagi sekali dari seluruh penjuru Perancis dengan membawa produk terbaik mereka sesuai spesialisasi masing-masing. Mereka membawanya dengan mobil-mobil box lalu membuka stan atau kios dagangan mereka di bawah tenda atau paviliun yang disediakan. Selain bahan mentah, ada juga yang menjual produk olahan seperti aneka pastry, roti, dan produk bakery lain, serta selai, olive oil, hingga wine, yang semuanya baru dan segar. Bahkan Anda juga bisa menemukan makanan olahan ‘siap saji’ seperti ayam panggang yang tinggal dipanaskan lagi sebelum disantap. Tak hanya berhenti sampai di situ, di pasar ini juga ada yang menjual bunga, segar dan asli!

Pasar terbuka di Paris


Nah karena banyaknya pilihan produk yang ditawarkan dan banyaknya pasar jenis ini di seantero Paris, pasar outdoor menjadi pilihan favorit bagi warga lokal Paris. Mereka lebih senang membeli bahan makanan segar dari pasar ini ketimbang membelinya dari supermarket terdekat. Karena selain jauh lebih segar (dan karena itu lebih flavorful), bahan-bahan makanan di pasar ini juga lebih murah dibanding di supermarket dan kebanyakan bisa ditawar. Dan karena kebanyakan adalah produk segar yang berasal dari pertanian lokal, produk-produknya juga relatif lebih aman untuk kesehatan dan mereka tak perlu khawatir mengenai isu-isu keamanan dan kesehatan terkait produk impor dari negara lain atau makanan awetan.

Nah bagi Anda yang ingin mengetahui the real Paris sampai ke essence-nya, bukan hanya tempat-tempat itu-itu melulu seperti yang ditawarkan kebanyakan paket-paket tur, open food markets adalah salah satu tempat yang wajib disambangi selagi Anda di Paris. Tidak hanya tempatnya yang colourful dengan deretan kios yang memajang berbagai macam bahan makanan dengan aneka bentuk dan warna, percakapan tawar-menawar antara penjual dan pembeli juga bisa menjadi sesuatu yang menarik untuk people-watching dan ‘listening’ beberapa kosakata dalam bahasa Perancis, langsung dari warga lokal! :). Dan jika Anda sedang atau tertarik belajar bahasa Perancis dan memang berniat membeli sesuatu, belanja di sini bisa menjadi pengalaman ‘berharga’ dan cocok untuk praktek dan berinteraksi dalam bahasa Perancis. Belum lagi bila para pedagang yang Anda hampiri menawarkan untuk mencoba sampel dagangan mereka, bisa tuh sekalian icip-icip gratis :D.

Paris outdoor food market

Dan jika Anda tinggal di Paris dengan menginap di hotel sehingga tidak bisa memasak, bahkan inipun bukan halangan dan alasan untuk hanya sekedar melihat-lihat dan pulang dari pasar dengan tangan kosong. Karena Anda tetap bisa membeli buah segar beserta roti Perancis dan keju mungkin, untuk dinikmati di hotel atau makan sambil piknik. Di Paris, picnic lunch adalah hal yang biasa, dan kota ini seolah memang diciptakan untuk ini dengan banyaknya taman dan public space yang nyaman untuk bersantai sambil menyantap bekal makan siang/sore kita. Cara ini juga bisa sekalian untuk berhemat dan tidak harus selalu makan di cafe atau restauran selama di Paris. Dan selain asyik, picnic lunch juga termasuk sebagian dari gaya hidup warga kota Paris, jadi semakin deh, live like a local ;). Anda juga bisa beli makanan untuk picnic lunch Anda di grocery, tapi jika kebetulan ada pasar, sempatkanlah ke sana sebelum mengobrak-abrik grocery terdekat :D.

Nah, sekarang sudah siap untuk menerima info paling berharga di mana Anda bisa menemukan pasar seperti yang saya bicarakan tadi? Baiklah kalu begitu, berikut daftar pasar outdoor paling terkenal di Paris yang wajib dikunjungi oleh Anda yang mengaku the real explorer ;). Check it out!

1. Saxe-Breteuil Market
Di antara banyak pasar di Paris, Saxe-Breteuil market sering dianggap sebagai pasar paling ‘cantik’ di Paris karena berada di antara Menara Eiffel dan Les Invalides. Pasar ini terkenal dengan bahan pangan organiknya yang berkualitas tinggi.

Alamat: Avenue de Saxe, 7th arrondissement, Paris
Jam buka: Setiap Kamis dan Sabtu, Pkl 07.00-14.30

2. Pont de l'Alma Market
Terletak di Pont de l'Alma, beberapa menit jalan kaki dari Menara Eiffel, adalah pasar terbuka terbesar di paris. Para pedagang datang dari daerah pedesaan Perancis untuk menjual pie mereka, anggur lokal, keju, bunga, ikan, roti, hingga siput. Pada minggu pagi, akan nampak seolah semua warga Paris dari arrondissement/distrik 7 di seberang sungai Seine, mendorong troli untuk dipenuhi dengan makanan segar dari pasar ini.

Alamat: Avenue du President Wilson, 16th Arrondissement, Paris
Jam buka: Setiap Rabu dan Sabtu, Pkl 07.00-14.30

3. Rue de Grenelle Market
Para penduduk distrik 15 memenuhi pasar ini pada hari Rabu dan Minggu. Karena terletak tidak jauh dari distrik 7, warga distrik 7 pun sering melintasi Champ de Mars dengan kereta belanja mereka untuk membeli segala kebutuhan mulai dari ikan dan roti segar, keju, makanan pencuci mulut, hingga bunga-bunga segar. Rue de Granelle Market adalah pasar tradisional lokal yang sesungguhnya di mana penampilannya tidak sebagus pasar di Avenue de Saxe dan Avenue du President Wilson. Meskipun demikian, pilihan produknya banyak, kualitasnya bagus, dan harganya lumayan, sesuai dengan kawasan distrik 15 yang lebih ekonomis. Dan khusus hari Minggu, jangan lewatkan juga bagian pasar yang menjual barang antik di market ini. Dekat dengan pasar terdapat Monoprix, yaitu salah satu toko retail terbesar Perancis, dan menelusuri rue du Commerce kita akan menjumpai banyak butik di sepanjang jalan ini.

Alamat: Rue de Grenelle, 15th Arrondissement (antara Motte-Piquet dan Dupleix Metro)
Jam buka: Setiap Rabu dan Minngu, Pkl 07.00-14.30


Masih kurang? Ini ada beberapa lagi food market sementara terbaik di Paris:
- Aligre market (12th arrondissement)
- Bastille market (11th arrondissement)
- Maubert Market dan Place Monge Market (5th arrondissement).
- Pasar khusus pangan organik: Marché Raspail (6th arrondissement) setiap Minggu, dan Batignolles Market setiap Sabtu.
- St-Quentin Market (10th arrondissement), adalah pasar tertutup terbesar di Paris.


All articles ©explorerguidebook.blogspot.com

Artikel Terkait:

Shakespeare and Co, Toko Buku Klasik Paling Terkenal di Paris

Toko buku Shakespeare and Co Paris
Masih soal buku. Selain Paris Bouqinistes, Paris masih memiliki satu permata lagi yang dengan setia menunggu untuk ditemukan oleh para pelancong yang ingin mengenal Paris lebih dalam, yaitu Shakespeare and Co. Shakespeare and Company adalah toko buku klasik sekaligus perpustakaan khusus literatur berbahasa Inggris yang terletak di arrondissement atau distrik ke-5 kota Paris, Perancis. Toko buku ini

dibuka oleh George Whitman pada tahun 1951 dan dulu namanya adalah ‘Le Mistral’. Pada tahun 1964, nama toko ini diubah menjadi ‘Shakespeare and Company’ sebagai tanda penghormatan bagi Sylvia Beach, pemilik toko buku Shakespeare & Co. yang asli, yang berada beberapa blok jauhnya dari toko Shakespeare and Co. yang sekarang.

Toko milik Sylvia Beach merupakan tempat favorit Hemingway dkk dari ‘the lost generation’ (lagi-lagi mereka :p) namun tutup pada tahun 1940an pada masa pendudukan Paris oleh Jerman. Di 12 Rue de l’Odéon, tempat toko lama ini dulu berada, sekarang ditandai dengan sebuah plakat untuk menandai lokasinya. George Whitman sendiri, telah meninggal pada tahun 2011 lalu pada usia 98 tahun dan kini toko bukunya dikelola oleh putrinya, Sylvia Beach Whitman. explorerguidebook.blogspot.com. Sylvia Beach Whitman – Sylvia Beach...kebetulan? Tentu saja tidak, karena George Whitman bukan hanya mengambil nama toko milik Sylvia Beach sebagai nama toko buku miliknya tetapi juga mengambil nama pemiliknya sebagai nama putrinya :D.

Inside Interior Shakespeare and Co


Meskipun begitu, sejarah asal muasal Shakespeare and Co yang sekarang sepertinya tidak terlalu masalah karena Monsieur George telah membuat tokonya menjadi sesuatu yang benar-benar unik dan mengagumkan. explorerguidebook.blogspot.com. Toko buku klasik ini telah menjadi sumber inspirasi dan tempat berkumpul bagi para pembaca, penulis, pelancong, dan kaum bohemian selama lebih dari 60 tahun dan telah ditempati oleh ribuan pembantu sukarelawan yang tidur di sini. Bicara soal popularitas, toko buku ini telah muncul di banyak film, buku, dan juga memoir.

Inside Interior Shakespeare and Co

Toko utamanya, hampir seperti labirin dengan jalan-jalan yang dibatasi barisan buku, dan ruangan kecil serta ruang baca yang penuh sudut-sudut tersembunyi, benar-benar surga bagi para pecinta buku. explorerguidebook.blogspot.com. Bisa-bisa Anda bisa lupa waktu kalau ada di sini, apalagi toko buku ini juga buka hingga larut malam. Selain toko utama, juga terdapat bagian yang ditempati oleh sejumlah besar buku-buku kuno dan juga buku-buku bekas. Di sini setiap dua tahun sekali juga diadakan Festival Literatur sebagai salah satu komitmen pemiliknya untuk tetap fokus pada event-event dan kegiatan membaca.

Hmm... keren ya? Meskipun bukan pecinta berat buku, sayang sekali kalau Anda ke Paris tanpa melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa Shakespeare and Co itu hingga bisa sangat populer ;)

All articles ©explorerguidebook.blogspot.com

Alamat: 37 Rue Bûcherie, arrondissement 5, Paris
Jam Buka Shakespeare and Co:
Senin – Jumat: 10.00 – 23.00
Sabtu, Minggu: 11.00 – 23.00
Transportasi: Naik Metro, turun di stasiun Saint Michel
















Ini Dia Kios-Kios Klasik di Sepanjang Tepi Sungai Seine, Paris

Bouquinistes Paris

Pernah dengar tentang Bouquinistes?

Bouqinistes adalah kios-kios mini di tepi sungai Seine Paris yang menjual buku klasik dan second dan juga aneka suvenir khas Paris. explorerguidebook.blogspot.com. Bouquinistes sudah ada di Paris sejak abad 18an dan telah berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata kota Paris, khususnya di sepanjang sungai Seine. Di sinilah juga dulu, para seniman ‘generasi yang hilang’ dari abad 20 seperti Fitzgerald, Hemingway, dan Man Ray suka melihat-lihat mungkin sambil mencari sumber inspirasi.

Total terdapat 240 bouquinistes resmi yang menjual kurang lebih 300.000 buku tua dan sejumlah besar jurnal, gambar, dan kartu pos kuno. Mereka menempati 900 kios kecil yang berupa box kayu berwarna hijau tua, yang dipasang di kedua tepi sungai Seine sepanjang 3 km; yaitu dari Pont Marie hingga Quai du Louvre di right bank dan dari Quai de la Tournelle sampai Quai Voltaire di left bank. explorerguidebook.blogspot.com. 

Bouquinistes Paris

Karena banyaknya kios-kios buku yang berderet di sepanjang tepinya, Sungai Seine sering dideskripsikan sebagai “satu-satunya sungai di dunia yang mengalir di antara dua deret rak buku” :D. Dan keunikan dari kios-kios buku sepanjang sungai Seine ini pun tidak luput dari ‘mata’ jeli UNESCO, karena Paris Bouqinistes ternyata sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Wow! Ternyata nggak selalu harus sesuatu yang megah dan luar biasa untuk bisa jadi situs warisan dunia. Sesuatu yang kelihatan ‘kecil’ seperti Paris Bouqinistes ini pun ternyata bisa. Tetapi memang unik dan khas sih, punya nilai budaya, dan juga sudah berusia ratusan tahun.

Karena itu, jika berkunjung ke Paris pastikan untuk tidak melewatkan Paris Bouquinistes, khususnya bagi Anda yang punya hobi membaca dan bisa atau tertarik dengan bahasa Perancis. explorerguidebook.blogspot.com. Dan sebelum melihat-lihat ke sana, ada baiknya kita sedikit menambah wawasan dulu tentang buku-buku bagus karya penulis asal Perancis atau yang ditulis dalam bahasa Perancis agar begitu sampai di sana kita tidak ‘buta-buta’ amat dan tahu buku seperti apa yang kita cari.

Bouquinistes Paris

Dan meskipun dewasa ini banyak dari kios-kios buku ini yang lebih banyak menjual suvenir seperti kartu pos, gambar, lukisan, sketsa, dan bahkan gantungan kunci, dengan sedikit waktu dan kesabaran, Anda mungkin masih bisa menemukan buku-buku edisi pertama dengan harga terjangkau, buku-buku klasik aneka genre yang sudah sulit dicari, dan ‘harta karun’ tersembunyi lainnya.


Dan bagi Anda yang berfikir “Oh seriously, book is not my thing”, jangan terburu-buru memalingkan muka atau pasang muka anti. Karena Paris Bouqinistes, dengan kotak kayunya yang unik, pajangan bukunya yang warna-warni, dan letaknya di tepi urat nadi Paris yang menawarkan pemandangan indah tepi sungai dan bangunan terkenal sebagai background, sangat cocok untuk tempat berfoto. And I’m sure, taking pictures in and of a lovely place could be everyone’s thing :). explorerguidebook.blogspot.com. Dan bagi Anda yang punya sedikit darah seni dan basically romantic at heart :D, Paris Bouquinites offers an atmospher that can make your little heart growing warmer ;).

Bouquinistes Paris

Still, the best part is not yet to come. The best thing is (psst... this one is my dream) if you can get a comfortable chair there to sit beside the stall, with a good book on your hand and may be with some snacks and drink, and then you enjoy it all by sitting on the chair facing the Seine, with beautiful sceneries of Ile de la cite islands, Notre Dame Cathedral, or Louvre Museum on your front. And you sit there all day long and let the world passes by like nothing else matters, and that tomorrow can take care of itself and everything is just alright :D. Oh, what a life! :D

Bouquinistes Paris


All articles ©explorerguidebook.blogspot.com

Alamat: Sepanjang tepi Sungai Seine, Paris: Pont Marie - Quai du Louvre dan Quai de la Tournelle - Quai Voltaire

Artikel Terkait:

Rabu, 24 Juli 2013

Surga Barang Antik di Flea Market Terkenal di Paris

Pasar barang antik di Paris

Pernah dengar tentang “flea market”? Suka melihat atau berburu barang vintage dan antik dengan harga miring? Flea marketlah tempatnya. Flea market di Paris bukan hanya menjadi tempat pusat perburuan bagi para penggemar barang vintage, penyuka home decor, pengoleksi barang antik, langka, atau bersejarah, atau sekedar orang-orang yang menyukai sesuatu yang ‘tak biasa’, tetapi juga sudah menjadi salah satu tujuan jalan-jalan dan wisata belanja di Paris, serta sisi lain kota Paris yang menarik. 

Bagi Anda yang punya ‘mata artistik’ dan punya sedikit, sedikiiit saja ketertarikan atau bahkan haus akan sesuatu yang tak biasa (seperti saya :p), Flea market di Paris adalah surga. Sementara bagi penyuka fotografi, yang amatiran sekalipun (seperti saya??), flea market adalah objek yang fotogenik, colourful, dan atraktif untuk dijadikan sasaran! Ingin tahu flea market mana yang paling populer di Paris dan wajib hukumnya untuk dikunjungi agar mendapat gambaran yang tepat tentang flea market ala Paris?

Pemandangan di Porte de Montreuil Flea Market, Paris
Flea market adalah pasar barang antik dan murah yang menjual segala aneka barang unik, antik, dan cantik mulai dari kartu pos kuno, buku klasik, aneka perhiasan dan aksesoris, karya seni, fashion item, furniture, perabotan, hingga perlengkapan rumah tangga; dari yang baru hingga second. Meskipun barang bekas, tidak semuanya barang ‘rombengan’. Banyak juga barang-barang bagus dan berkualitas, bahkan tidak sedikit yang bisa menemukan ‘harta karun’ tersembunyi di flea market. Harganya pun bervariasi, ada yang murah meriah, dan banyak juga yang harganya lumayan tergantung jenis barangnya. Dan semua harga masih bisa ditawar!

Flea market bukanlah sesuatu yang baru, dan jenis pasar ini pun tidak hanya ada di Perancis, melainkan juga di sejumlah negara. Namun bicara tentang popularitas dan pelopor, flea market di Paris lah tempatnya. Flea market di Paris, atau marché aux puces, sudah ada sejak akhir abad 19 dan pasar ini bukan hanya menjadi pusat perburuan bagi para penggemar barang vintage, penyuka home decor, pengoleksi barang antik atau bersejarah, atau sekedar orang-orang yang menyukai sesuatu yang ‘tak biasa’, tetapi juga sudah berkembang menjadi salah satu tujuan wisata belanja dan jalan-jalan serta sisi lain kota Paris yang menarik. Ingin tahu flea market mana yang paling populer di Paris dan wajib hukumnya untuk dikunjungi agar mendapat gambaran yang tepat tentang flea market ala Paris?

Nah, berikut ini akan saya rangkumkan tiga pasar barang antik paling terkenal sekaligus yang tertua dan terbesar di Paris. Berikut ulasanya.

1. Porte de Clignancourt Flea Market
Porte de Clignancourt Flea Market

Bagi Anda yang ingin melihat seperti apa the real flea market-nya Paris, saya sarankan Anda mengunjungi Porte de Clignancourt Flea Market atau Les Puces de Saint-Ouen. Pasar barang antik ini terletak di arrondissement (distrik) 18 kota Paris, tidak jauh dari distrik wisata populer, Montmartre.

Porte de Clignancourt Flea Market adalah flea market paling terkenal di Paris dan biasa disebut dengan Les Puces atau The Fleas saja. Pasar ini adalah flea market pertama dan tertua di Paris yang sudah ada sejak tahun 1885 dan menerima kurang lebih 180.000 pengunjung setiap minggunya. Flea Market ini diklaim sebagai pasar barang antik terbesar di dunia dengan luas area mencapai 7 hektar dan terdiri lebih dari 2500 toko, kios, dan stan.

Kios-kios ini tebagi dalam 15 area pasar (marché) yang terletak berdekatan dalam satu kawasan, dan masing-masing memiliki atmosfer dan spesialisasi masing-masing. Misalnya saja, area pasar Paul Bert khusus menjual furnitur abad 17, Malik untuk pakaian, dan Biron khusus karya seni Asia. Selain toko-toko permanen, terdapat juga bermil-mil stan bebas di pinggir jalan yang menawarkan aneka macam barang.


Les Puces de Saint-Ouen merupakan pasar barang antik resmi yang memiliki bangunan toko dan kios permanen. Tidak seperti banyak flea market sementara yang menjamur di Paris yang kebanyakan hanya menjual barang-barang bekas dan rombengan, Anda bisa menemukan banyak barang-barang bagus dan berkualitas tinggi di pasar ini. Di area pasar Les Puces de Saint-Ouen juga terdapat banyak cafe dan restaurant di mana kita bisa istirahat sebentar sambil mencharge energi kita kembali sebelum melanjutkan berkeliling atau setelah puas melihat-lihat dan belanja :)

Alamat Porte de Clignancourt Flea Market: rue des Rosiers, avenue Michelet, rue Voltaire, rue Paul Bert, dan rue Jean-Henri Fabre, Paris
Jam buka :
- Sabtu: Pkl 9.00-18.00
- Minggu: 10.00-18.00
- Senin: 11.00-17.00
Biaya masuk: Gratis
Transportasi: Naik apa ke sini?
- Metro jalur/line 4. Turun di stasiun Porte de Clignancourt.

2. Porte de Montreuil Flea Market
Porte de Montreuil Flea Market

Kalau Anda khawatir kewalahan dengan Porte de Clignancourt Flea Market dengan luasnya yang mencapai 7 hektar serta 3000 kiosnya yang mengular tiada ujung :D, saya berikan alternatif pasar barang antik lain untuk dikunjungi selama Anda di Paris. Pasar ini adalah Porte de Montreuil Flea Market. Porte de Montreuil Flea Market adalah pasar barang antik tertua dan terbesar kedua di Paris setelah Porte de Clignancourt Flea Market. Pasar barang antik ini terletak di perbatasan arrondissement (distrik) 20 dan Montreuil, dan ‘hanya’ terdiri dari sekitar 500 kios saja. Porte de Montreuil Flea Market terkenal dengan pakaian vintage dan second-nya, ukiran, perhiasan, kain linen, tembikar, peralatan rumah tangga dan juga furniture kuno. Bagi yang sudah jatuh cinta dengan Pasar barang antik di Paris, Porte de Montreuil Flea Market adalah flea market kedua yang wajib Anda kunjungi. 

Alamat Porte de Montreuil Flea Market: Avenue de la Porte de Montreuil, 75020 Paris, 
Jam buka Porte de Montreuil Flea Market: Sabtu-Senin Pkl 07.00-19.30
Biaya masuk: Gratis
Naik apa ke sini? 
- Metro. Turun di stasiun Porte de Montreuil.

3. Porte de Vanves Flea Market
Porte de Vanves Flea Market

Flea market terkenal di Paris selanjutnya adalah Porte de Vanves Flea Market yang terletak di arrondissement 14 kota Paris. Pasar ini membentang sejauh beberapa blok di sepanjang Avenue Marc Sangnier dan sekitar Avenue Georges Lafenestre. Porte de Vanves Flea Market adalah flea market terkecil di antara 3 flea market tertua dan terpopuler di Paris, cocok bagi Anda yang ingin keliling flea market sambil jalan-jalan santai di hari weekend tanpa harus merasa overwhelmed atau menghabiskan waktu seharian untuk mengelilingi pasar :D. Berbeda dengan Porte de Clignancourt Flea Market, kios-kios di Porte de Vanves Flea Market kebanyakan adalah stan-stan sementara yang terbuka sehingga lebih mirip seperti street market atau pasar murah atau pasar Minggu ala Sunday Morning. Pasar ini menawarkan aneka barang-barang unik dan second, dan juga perlengkapan rumah tangga dan aneka fashion item baru dengan harga diskon.

Alamat Porte de Vanves Flea Market: avenue Georges Lafenestre dan avenue Marc Sangnier, Paris
Jam buka Porte de Vanvesl Flea Market: Tiap weekend (Sabtu-Minggu) Pkl 07.00-14.00
Biaya masuk: Gratis
Naik apa ke sini? 
- Metro jalur/line 13. Turun di stasiun Porte de Vanves.


Photo Gallery
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Dauphine
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Dauphine
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Biron
Porte de Vanves flea market Paris
Porte de Vanves
Porte de Clignancourt flea market Paris
St Ouen
Porte de Clignancourt flea market Paris
St Ouen
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Julles Valles
Porte de Clignancourt flea market Paris
St Ouen

Marche Dauphine







Postingan Populer