Tampilkan postingan dengan label Klasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klasik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

7 Tempat Wisata Seindah Lukisan di Belanda

Kalau Anda ke Belanda, saya sarankan jangan hanya berkutat di Amsterdam, tetapi juga pergi ke kota-kota kecil lain di Belanda. Kalau perlu malah ke tempat-tempat ini dulu baru ke Amsterdam :p. Dijamin Anda tidak akan menyesal dan bisa melihat hampir semua yang menjadi esensi Belanda, yaitu ciri khas yang Belanda banget. Dan dari banyak kota di Belanda yang cantik-cantik dan bernuansa klasik, saya sudah pilihkan 7 kota wisata yang wajib Anda sambangi jika ke Belanda.

Pokoknya, kalau berkunjung ke 7 tempat wisata di Belanda ini, Anda tak akan berhenti jeprat-jepret, karena setiap jengkalnya indah bak lukisan dan patut untuk diabadikan. Nah baru setelah mengunjungi tempat-tempat ini, Anda bisa bilang kalau Anda sudah pernah benar-benar ke Belanda :D. Ingin tahu tempat mana saja di Belanda yang indah bagai lukisan ini? Yuk mari kita cek satu per satu.

1. Zaanse schans
kincir angin belanda Zaanse Schans
(foto: o2-photo.com)
Zaanse Schans adalah sebuah kawasan yang berada di tepi sungai Zaan di Zaandam, dekat desa Zaandijk, provinsi North Holland, Belanda. Tempat ini menjadi salah satu tempat wisata terkenal di Belanda dan dikunjungi oleh kurang lebih 900 ribu orang per tahun. Zaanse Schans merupakan salah satu dari dua tempat di Belanda yang masih memiliki cukup banyak kincir angin yang terkonsentrasi dalam satu kawasan. Tempat lainnya adalah Kinderdijk. 

Berkunjung ke Zaanse Schans, Anda akan disuguhi pemandangan indah khas pedesaan Belanda yang memiliki banyak rumah kayu tradisional dan kincir angin khas Belanda. Pemandangan inipun makin dipercantik dengan adanya parit-parit dan rerumputan yang terlihat bersih dan rapi disepanjang jalan-jalannya yang sempit. Beberapa pohon dan tiang lampu klasik juga terlihat menghiasi jalanan sepanjang rumah-rumah pemukiman di sekitarnya. Pemandangan khas pedesaan lain adalah areal pertanian yang cukup luas yang bisa kita jumpai di dekat bangunan kincir angin. Anda mungkin juga bisa melihat beberapa kambing yang sedang merumput di area sekitar. Selain pemandangan di Zaanse Schans yang indah, tempat ini juga punya daya tarik lain seperti beberapa museum, toko suvenir, cafe, dan juga toko keju. Ada juga toko sekaligus tempat pembuatan sepatu kayu khas Belanda (clog) dimana kita bisa melihat langsung proses pembuatannya. Asyik kan?


2. Volendam
Volendam
(foto: panoramio.com)
Volendam adalah kota kecil yang terletak di kotamadya Edam-Volendam, di provinsi North Holland, Belanda, 20 km ke utara dari Amsterdam. Kota ini sangat populer di kalangan wisatawan, dan terkenal dengan nuansa desa nelayan nya yang khas dan pakaian tradisional Belanda yang masih dipakai oleh beberapa warganya. Berkunjung ke old center kota Volendam, Anda akan langsung terkesan dengan pemandangan dan atmosfer menyenangkan dari ‘desa’ nelayan yang kecil namun ramai ini. Di pelabuhannya, Anda akan dihadapkan pemandangan laut dan banyak kapal serta kapal-kapal nelayan tradisional dengan tiang-tiangnya yang tinggi sedang ditambat. Sementara di tepinya dan sepanjang jalan-jalan masuknya, berdiri deretan toko, termasuk toko suvenir khas Volendam, restauran, dan bar, serta rumah-rumah kayu dan batu bata yang mungil dan khas, yang semuanya cantik-cantik dan colourful. Kalau Anda ke sini, luangkan waktu untuk berkeliling karena semua bagian dari kawasan ini worth exploring.

Banyaknya toko dan pengunjung juga semakin membuat suasana kota ini semakin hidup. Dan selain daya tarik yang sudah saya sebutkan, Volendam masih punya banyak hal untuk ditawarkan kepada wisatawan, salah satunya adalah beberapa studio foto di mana kita bisa berfoto menggunakan pakaian tradisional khas Volendam. Lengkap dengan aksesoris dan setting background yang 'sangat Belanda'. Last words, if I have opportunities to live anywhere in the world, Volendam is one of those places on my list! How about you? ;)

3. Edam
Edam Netherlands
(foto: picgifs.com)
Edam adalah sebuah kota kecil yang terletak di kotamadya Edam-Volendam, provinsi North Holland, Belanda, tidak jauh dari Volendam. Selain terkenal dengan kejunya, yaitu keju Edam yang popularitasnya sudah mendunia, kota keju ini juga populer di kalangan wisatawan sebagai salah satu tempat indah di Belanda dengan pemandangan dan atmosfer tradisional yang khas. Agak mirip dengan Volendam, jalan-jalan di sini Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan kota bernuansa zaman dulu yang terasa tenteram namun memikat hati. Di sepanjang tepi kanalnya, Anda akan melihat bangunan-bangunan berdinding batu bata dengan gaya arsitektur tradisional yang berderet merapat, serta jalan-jalan sempit yang lengang, dan terkadang beberapa bangku taman di tepi kanal. Di jalan-jalan masuknya, juga berdiri bangunan khas dan toko-toko yang terlihat klasik namun colourful dengan jalan-jalan kecil yang diaspal dengan balok-balok batu. Sementara di bagian lain juga bisa ditemui bangunan-bangunan rumah mungil berdinding kayu yang berada di tepi kanal yang tenang. Sangat sayang jika tidak diabadikan. 

Selain itu, pusat kota tua Edam juga memiliki sejumlah bangunan tua seperti Grote Kerk (St. Nicholas Church), Town Hall, Edam Museum, Weigh House, dan juga salah satu yang menjadi daya tarik utama Edam, yaitu Cheese Market. Dan jika Anda ingin membeli keju Edam, jangan khawatir, Anda bisa membelinya di toko-toko keju yang banyak terdapat di kota ini.

4. Marken
Marken netherlands

Kalau masih ingin melihat tempat-tempat bernuansa pedesaan yang indah, tenang, dan damai, lengkap dengan rumah kayu cantik khas Belanda, ada baiknya Anda melanjutkan perjalaan ke Marken. Marken adalah sebuah desa di semenanjung danau Ijsselmeer, di wilayah Waterland dan Zaan, provinsi North Holland, Belanda. Desa kecil ini terkenal dengan rumah-rumah kayunya yang khas (kebanyakan berwarna hitam dan hijau) serta halaman rumput yang bersih dan terpotong rapi yang berada di tepi kanal air yang tenang. Marken terletak di daratan yang terpisah dengan daratan utama sehingga seperti pulau dan memiliki area pelabuhan seperti halnya Volendam. Selain melihat area perumahannya yang seperti dalam gambar dan terlihat unreal (saking bagusnya), kita juga bisa bersepeda keliling Marken untuk melihat lapangan terbuka dan areal pertanian, serta melihat lebih banyak lagi area pemukiman. Anda mungkin juga bisa melihat kawanan domba yang sedang merumput :). Selain itu Marken masih memiliki daya tarik lain untuk para wisatawan seperti salah satu mercusuar terkenal di Belanda yaitu Paard van marken yang terletak di ujung semenanjung, museum, dan juga toko suvenir. Tergoda untuk datang ke desa indah di Belanda yang satu ini?

5. Venice of the North
Giethoorn

Kalau sudah puas dengan rumah kayu tradisional warna-warni, tapi masih ingin melihat sesuatu yang khas Belanda, saya sarankan Anda lanjut ke Venice *mukadatarcuek*. (+Hah?? Jauh amat dari Belanda langsung ke Itali? :o. And wait! Khas Belanda di Venice? Waah mulai ngaco nih anak). Maksud saya bukan Venice yang itu (+Trus?! *mulaisewot*). Tapi Venice of the North! (+Apa lagi tuh, emang ada? *kesaltapipengentahu*) :p. Di tempat yang indah bak lukisan ini Anda bisa berjalan atau berperahu menelusuri kanal yang berliku, melintasi jembatan lengkung dari kayu, dan melihat rumah-rumah mungil beratap jerami yang tak biasa, serta halaman rumput dan bunga yang rapi dan cantik. (+Setau saya di Venice memang ada kanal. Jelas. Tapi rumah beratap jerami?? :/ *ngomongsendiri*). 

Mau tahu nama tempat ini? (+*berbinar2*). Namanya adalah Giethoorn (+*mulaidiem*). Giethoorn adalah sebuah desa indah di provinsi Overijssel, Belanda. Desa ini dikenal sebagai Venice of the North atau Venice of the Netherland karena memang area ‘kuno’ desa ini mirip seperti Venice (Venisia) di Italia, di mana tidak ada jalan dan bebas kendaraan bermotor (namun saat ini ada rute sepeda), dan transportasi umumnya dilakukan melalui jaringan kanal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Saat ini Giethoorn tidak hanya populer di kalangan wisatawan lokal tetapi juga turis mancanegara. Bagaimana, tertarik ke sini? Another serene, peaceful, and picturesque village to be put on your must-visit list! ;)

P.S Next time kita bahas Venice of the North yang lain ya, karena yang dapat julukan ini bukan hanya Giethoorn seorang (halah)

6. Kinderdijk
kincir angin belanda Kinderdijk

Kinderdijk adalah sebuah desa yang terletak di provinsi South Holland (Zuid-Holland), Belanda, sekitar 15 km arah timur dari Rotterdam. Tempat ini merupakan tempat yang memiliki paling banyak kincir angin di Belanda dan telah ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1997. Total terdapat 19 kincir angin di Kinderdijk, yang dibangun sekitar tahun 1740 untuk memompa dan membuang air sungai yang meluap sehingga daratan tetap kering. Berbeda dengan Zaanse Schans yang telah berkembang menjadi obyek wisata dengan banyak daya tarik, area kincir angin di Kinderdijk terlihat tetap otentik. Terbukti dengan tidak adanya bangunan lain di sekitarnya sehingga hanya tampak sebagai areal terbuka yang luas dengan sederetan kincir angin. Pada musim dingin saat air sungai di dekatnya membeku, Kinderdijk bisa menjadi tempat berseluncur atau bermain salju yang indah di antara alam terbuka yang luas dan kincir angin tradisional khas Belanda. Bersepeda menelusuri area pedesaan ini juga bisa menjadi kegiatan yang tak kalah menyenangkan.

7. Delft
Delft Netherlands

Delft adalah sebuah kota besar yang berada di provinsi South Holland (Zuid-Holland), Belanda, dan terletak di antara Rotterdam dan The Hague (Den Haag). Kota ini terkenal dengan kanal-kanalnya dan pusat kotanya yang bersejarah, keramik biru Delf, Delft University of Technology, pelukis Vermeer, dan kaitannya dengan keluarga kerajaan Belanda, House of Orange-Nassau. Salah satu kawasan yang wajib dikunjungi di Delft adalah pusat kotanya yang cantik dengan monumen dan bangunan-bangunan bergaya arsitektur tradisional menghiasi tepi kanal. Pemandangan khas yang akan Anda jumpai di pusat kota ini adalah kanal air dan jembatan kecilnya yang khas (mungkin dengan beberapa perahu), barisan mobil atau sepeda yang berselang-seling dengan barisan pepohonan di tepi kanal, toko-toko dan bangunan bergaya arsitektur tradisional berdiri rapat, serta menara gereja yang terlihat di kejauhan. Beberapa tempat khusus di Delft yang bisa dikujungi antara lain adalah Delft City Hall, Weigh House, Royal Delft factory, Molen de Roos (kincir angin), museum Prinsenhof, Oude Kerk (Old Church), Nieuwe Kerk (New Church), Oostpoort (Eastern gate), dan masih banyak lagi.


Demikian 7 tempat wisata indah di Belanda. Tempat wisata terkenal di Belanda lainnya akan segera menyusul, jadi stay tuned terus di blog dan facebook Explorer Guidebook biar tidak ketinggalan info :)


All articles ©explorerguidebook.blogspot.com

Edam, Kota Keju nan Indah Indah di Belanda

Edam Netherlands


Edam adalah sebuah kota kecil yang terletak di kotamadya Edam-Volendam, provinsi North Holland, Belanda, tidak jauh dari Volendam. Selain terkenal dengan kejunya, yaitu keju Edam yang popularitasnya sudah mendunia, kota ini juga populer di kalangan wisatawan sebagai salah satu tempat indah di Belanda dengan pemandangan dan atmosfer tradisional yang khas. Agak mirip dengan Volendam, jalan-jalan di sini Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan kota bernuansa zaman dulu yang terasa tenteram namun memikat hati.
Di sepanjang tepi kanalnya, Anda akan melihat bangunan-bangunan berdinding batu bata dengan gaya arsitektur tradisional yang berderet merapat, serta jalan-jalan sempit yang lengang, dan terkadang beberapa bangku taman di tepi kanal. Di jalan-jalan masuknya, juga berdiri bangunan khas dan toko-toko yang terlihat klasik namun colourful dengan jalan-jalan kecil yang diaspal dengan balok-balok batu. Sementara di bagian lain juga bisa ditemui bangunan-bangunan rumah mungil berdinding kayu yang berada di tepi kanal yang tenang. Sangat sayang jika tidak diabadikan.

Selain itu, pusat kota tua Edam juga memiliki sejumlah bangunan tua seperti Grote Kerk (St. Nicholas Church), Town Hall, Edam Museum, Weigh House, dan juga salah satu yang menjadi daya tarik utama Edam, yaitu Cheese Market. Pasar ini bukanlah pasar sungguhan (pasar keju yang asli di sini sudah ditiadakan sejak tahun 1922), melainkan pertunjukan yang memang diperuntukkan untuk para wisatawan, yang memeragakan kegiatan cheese market zaman dulu. Banyaknya bulatan-bulatan keju yang terhampar di tanah serta para pengangkut keju berkostum tradisional yang mengangkut keju dengan alat angkut yang unik dan sambil berlarian adalah pemandangan yang bisa Anda saksikan di Cheese Market. Pertunjukan yang digelar di pusat kota ini juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan klasik sehingga semakin menambah daya tariknya. Cheese Market di Edam diadakan pada bulan Juli dan Agustus, setiap hari Rabu, pkl 10:30-12:30. Jika anda ingin melihatnya, datang lebih awal karena bisa jadi sangat sesak oleh penonton. Dan jika Anda ingin membeli keju Edam, jangan khawatir, Anda bisa membelinya di toko-toko keju yang banyak tersebar di kota ini.


Transportasi: Bagaimana cara ke Edam?
- Dari Amsterdam: naik bus jalur 110, 112, 114,116,117, atau 118 ke Edam (perhatikan, beberapa jalur ini juga menuju Volendam jadi Anda akan mudah mengunjungi Edam dan Volendam sekaligus à Baca Volendam)

Pusat informasi turis di Edam:
VVV tourist information office, Damplein (di City Hall), +31 299-315125

All articles ©explorerguidebook.blogspot.com


Artikel terkait:
7 Tempat Indah Bak Lukisan di Belanda






Rabu, 04 September 2013

Shakespeare and Co, Toko Buku Klasik Paling Terkenal di Paris

Toko buku Shakespeare and Co Paris
Masih soal buku. Selain Paris Bouqinistes, Paris masih memiliki satu permata lagi yang dengan setia menunggu untuk ditemukan oleh para pelancong yang ingin mengenal Paris lebih dalam, yaitu Shakespeare and Co. Shakespeare and Company adalah toko buku klasik sekaligus perpustakaan khusus literatur berbahasa Inggris yang terletak di arrondissement atau distrik ke-5 kota Paris, Perancis. Toko buku ini

dibuka oleh George Whitman pada tahun 1951 dan dulu namanya adalah ‘Le Mistral’. Pada tahun 1964, nama toko ini diubah menjadi ‘Shakespeare and Company’ sebagai tanda penghormatan bagi Sylvia Beach, pemilik toko buku Shakespeare & Co. yang asli, yang berada beberapa blok jauhnya dari toko Shakespeare and Co. yang sekarang.

Toko milik Sylvia Beach merupakan tempat favorit Hemingway dkk dari ‘the lost generation’ (lagi-lagi mereka :p) namun tutup pada tahun 1940an pada masa pendudukan Paris oleh Jerman. Di 12 Rue de l’Odéon, tempat toko lama ini dulu berada, sekarang ditandai dengan sebuah plakat untuk menandai lokasinya. George Whitman sendiri, telah meninggal pada tahun 2011 lalu pada usia 98 tahun dan kini toko bukunya dikelola oleh putrinya, Sylvia Beach Whitman. explorerguidebook.blogspot.com. Sylvia Beach Whitman – Sylvia Beach...kebetulan? Tentu saja tidak, karena George Whitman bukan hanya mengambil nama toko milik Sylvia Beach sebagai nama toko buku miliknya tetapi juga mengambil nama pemiliknya sebagai nama putrinya :D.

Inside Interior Shakespeare and Co


Meskipun begitu, sejarah asal muasal Shakespeare and Co yang sekarang sepertinya tidak terlalu masalah karena Monsieur George telah membuat tokonya menjadi sesuatu yang benar-benar unik dan mengagumkan. explorerguidebook.blogspot.com. Toko buku klasik ini telah menjadi sumber inspirasi dan tempat berkumpul bagi para pembaca, penulis, pelancong, dan kaum bohemian selama lebih dari 60 tahun dan telah ditempati oleh ribuan pembantu sukarelawan yang tidur di sini. Bicara soal popularitas, toko buku ini telah muncul di banyak film, buku, dan juga memoir.

Inside Interior Shakespeare and Co

Toko utamanya, hampir seperti labirin dengan jalan-jalan yang dibatasi barisan buku, dan ruangan kecil serta ruang baca yang penuh sudut-sudut tersembunyi, benar-benar surga bagi para pecinta buku. explorerguidebook.blogspot.com. Bisa-bisa Anda bisa lupa waktu kalau ada di sini, apalagi toko buku ini juga buka hingga larut malam. Selain toko utama, juga terdapat bagian yang ditempati oleh sejumlah besar buku-buku kuno dan juga buku-buku bekas. Di sini setiap dua tahun sekali juga diadakan Festival Literatur sebagai salah satu komitmen pemiliknya untuk tetap fokus pada event-event dan kegiatan membaca.

Hmm... keren ya? Meskipun bukan pecinta berat buku, sayang sekali kalau Anda ke Paris tanpa melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa Shakespeare and Co itu hingga bisa sangat populer ;)

All articles ©explorerguidebook.blogspot.com

Alamat: 37 Rue Bûcherie, arrondissement 5, Paris
Jam Buka Shakespeare and Co:
Senin – Jumat: 10.00 – 23.00
Sabtu, Minggu: 11.00 – 23.00
Transportasi: Naik Metro, turun di stasiun Saint Michel
















Ini Dia Kios-Kios Klasik di Sepanjang Tepi Sungai Seine, Paris

Bouquinistes Paris

Pernah dengar tentang Bouquinistes?

Bouqinistes adalah kios-kios mini di tepi sungai Seine Paris yang menjual buku klasik dan second dan juga aneka suvenir khas Paris. explorerguidebook.blogspot.com. Bouquinistes sudah ada di Paris sejak abad 18an dan telah berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata kota Paris, khususnya di sepanjang sungai Seine. Di sinilah juga dulu, para seniman ‘generasi yang hilang’ dari abad 20 seperti Fitzgerald, Hemingway, dan Man Ray suka melihat-lihat mungkin sambil mencari sumber inspirasi.

Total terdapat 240 bouquinistes resmi yang menjual kurang lebih 300.000 buku tua dan sejumlah besar jurnal, gambar, dan kartu pos kuno. Mereka menempati 900 kios kecil yang berupa box kayu berwarna hijau tua, yang dipasang di kedua tepi sungai Seine sepanjang 3 km; yaitu dari Pont Marie hingga Quai du Louvre di right bank dan dari Quai de la Tournelle sampai Quai Voltaire di left bank. explorerguidebook.blogspot.com. 

Bouquinistes Paris

Karena banyaknya kios-kios buku yang berderet di sepanjang tepinya, Sungai Seine sering dideskripsikan sebagai “satu-satunya sungai di dunia yang mengalir di antara dua deret rak buku” :D. Dan keunikan dari kios-kios buku sepanjang sungai Seine ini pun tidak luput dari ‘mata’ jeli UNESCO, karena Paris Bouqinistes ternyata sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Wow! Ternyata nggak selalu harus sesuatu yang megah dan luar biasa untuk bisa jadi situs warisan dunia. Sesuatu yang kelihatan ‘kecil’ seperti Paris Bouqinistes ini pun ternyata bisa. Tetapi memang unik dan khas sih, punya nilai budaya, dan juga sudah berusia ratusan tahun.

Karena itu, jika berkunjung ke Paris pastikan untuk tidak melewatkan Paris Bouquinistes, khususnya bagi Anda yang punya hobi membaca dan bisa atau tertarik dengan bahasa Perancis. explorerguidebook.blogspot.com. Dan sebelum melihat-lihat ke sana, ada baiknya kita sedikit menambah wawasan dulu tentang buku-buku bagus karya penulis asal Perancis atau yang ditulis dalam bahasa Perancis agar begitu sampai di sana kita tidak ‘buta-buta’ amat dan tahu buku seperti apa yang kita cari.

Bouquinistes Paris

Dan meskipun dewasa ini banyak dari kios-kios buku ini yang lebih banyak menjual suvenir seperti kartu pos, gambar, lukisan, sketsa, dan bahkan gantungan kunci, dengan sedikit waktu dan kesabaran, Anda mungkin masih bisa menemukan buku-buku edisi pertama dengan harga terjangkau, buku-buku klasik aneka genre yang sudah sulit dicari, dan ‘harta karun’ tersembunyi lainnya.


Dan bagi Anda yang berfikir “Oh seriously, book is not my thing”, jangan terburu-buru memalingkan muka atau pasang muka anti. Karena Paris Bouqinistes, dengan kotak kayunya yang unik, pajangan bukunya yang warna-warni, dan letaknya di tepi urat nadi Paris yang menawarkan pemandangan indah tepi sungai dan bangunan terkenal sebagai background, sangat cocok untuk tempat berfoto. And I’m sure, taking pictures in and of a lovely place could be everyone’s thing :). explorerguidebook.blogspot.com. Dan bagi Anda yang punya sedikit darah seni dan basically romantic at heart :D, Paris Bouquinites offers an atmospher that can make your little heart growing warmer ;).

Bouquinistes Paris

Still, the best part is not yet to come. The best thing is (psst... this one is my dream) if you can get a comfortable chair there to sit beside the stall, with a good book on your hand and may be with some snacks and drink, and then you enjoy it all by sitting on the chair facing the Seine, with beautiful sceneries of Ile de la cite islands, Notre Dame Cathedral, or Louvre Museum on your front. And you sit there all day long and let the world passes by like nothing else matters, and that tomorrow can take care of itself and everything is just alright :D. Oh, what a life! :D

Bouquinistes Paris


All articles ©explorerguidebook.blogspot.com

Alamat: Sepanjang tepi Sungai Seine, Paris: Pont Marie - Quai du Louvre dan Quai de la Tournelle - Quai Voltaire

Artikel Terkait:

Minggu, 25 Agustus 2013

Île Saint-Louis Paris: Calm, Charming, dan Beratmosfer Khas

Sementara banyak turis berbondong-bondong ke Île de la Cité untuk melihat salah satu landmark paling populer kota Paris yaitu Notre Dame Cathedral, banyak yang mengabaikan atau bahkan tidak menyadari keberadaan pulau cantik yang tepat berada di seberangnya ini, yaitu Île Saint-Louis. Île Saint-Louis adalah pulau kecil berbentuk jajar genjang yang berada di sebelah tenggara pulau Île de la Cité dan merupakan satu dari dua pulau alami yang berada di tengah sungai Seine, Paris. Meskipun tidak sepopuler dan seramai Île de la Cité, Île Saint-Louis juga layak untuk dikunjungi. Pulau ini, yang sebagian besar ditempati oleh bangunan tempat tinggal, menawarkan atmosfer khas kota tua yang tidak banyak berubah sejak abad 17. Di sinilah dulu banyak tokoh terkenal Perancis tinggal, seperti Charles Baudelaire, Georges Pompidou, dan Marie Curie.

Mengunjungi Île Saint-Louis, Anda akan banyak menjumpai
bangunan-bangunan khas bergaya arsitektur klasik dengan dinding yang dipenuhi tanaman rambat dan jalan-jalan sempit yang membuat Anda merasa seperti tidak sedang berada di pusat kota Paris melainkan di kota kecil atau pedesaan, jauh di pinggiran Perancis. Karena itulah banyak yang menyebut Île Saint-Louis seperti oasis yang menawarkan suasana kota kecil di tengah kota metropolitan Paris. Tidak hanya itu, Île Saint-Louis juga memiliki daya tarik lain seperti penampilan para pementas dan muisisi jalanan, es krim terenak dan terpopuler di Paris, restauran dan cafe, serta deretan butik dan toko, dari toko cokelat, keju, hingga toko kerajinan dan suvenir unik untuk oleh-oleh.

 We leave Ile de la Cité by crossing a pedestrian bridge and come to the next island, Ile St. Louis and the historic 17th century houses, the residence of many famous people: Charles Baudelaire, Théophile Gautier, Camille Claudel, Honoré Daumier, André Breton, Marie Curie, Leon Blum and Georges Pompidou among them.
Jika Anda menyambangi Île Saint-Louis, jangan lewatkan hal-hal dan tempat menarik di Île Saint-Louis berikut ini.
·       Pertunjukan para pementas jalanan di jembatan khusus pejalan kaki, Pont Saint-Louis
·       Cheese shop La Ferme Saint-Aubin
·       Shopping di Rue St-Louis en l'Île
·       Saint-Louis-en-l'Île Church
·       Berthillon ice cream

Selain Pont Saint-Louis yang menghubungkan Île Saint-Louis dan Île de la Cité, terdapat empat jembatan lain yang bisa Anda tempuh untuk mengakses Île Saint-Louis, yaitu:
·       Pont de la Tournelle (dari right bank/rive gauche)
·       Pont Louis-Philippe (dari left bank/rive droite)
·       Pont Marie (dari left bank/rive droite)
·       Pont Sully (dari kedua sisi sungai, left bank/rive droite dan juga right bank/rive gauche)

Transportasi ke Île Saint-Louis:
- Naik metro: Turun di Pont Marie station.
Anda juga bisa mengakses Île Saint-Louis dari Île de la Cité. Untuk transportasinya, lihat di Panduan Keliling Île de la Cité: Pulau Indah di Tengah Sungai Seine, Paris.

Selasa, 30 Juli 2013

Panduan Wisata ke Montmartre, Paris

Antik, bernuansa kota kecil, dan menawan. Dengan segala pesona dan sejarahnya, tak diragukan lagi Montmartre menjadi salah satu kawasan paling colourful dan menarik di Paris. Bukan rahasia lagi kalau kawasan ini juga dianggap sebagai salah satu tempat paling romantis di Paris. Dan Montmartre, masih memiliki sejuta pesona lain yang membuatnya selalu dibanjiri turis setiap tahunnya. Dua di antaranya adalah gereja basilika ikonik berwarna putih yang ada di puncak bukit dan dua kincir angin kuno yang masih ada hingga sekarang. Nah, ingin tahu objek wisata dan tempat-tempat terkenal di Montmartre apa saja yang selalu dikunjungi oleh para turis?
                                         
Antik, bernuansa kota kecil, dan menawan. Mungkin inilah tiga kata yang bisa sedikit menggambarkan Montmartre, sebuah distrik yang terletak di atas bukit dengan nama yang sama, di pinggiran kota Paris, Perancis. Kawasan yang terletak di arrondissement (distrik) 18 ini memiliki suasana kota tua yang antik dan klasik yang membuat kita merasakan sisi lain Paris selain suasana kota metropolitan.

Mengunjungi Montmartre, Anda akan terpesona dengan atmosfernya. Di mana banyak bangunan, toko, dan cafe yang bergaya unik dan klasik berdiri berdempetan dan berjejalan di tepi-tepi jalan batu yang berliku, sempit, dan terkadang menanjak. Beberapa rumah zaman dulu dengan dinding dipenuhi tanaman rambat juga bisa ditemui di kawasan ini. Adanya pertunjukan oleh musisi atau pementas jalanan juga menjadi pemandangan biasa di Montmartre.

Tangga-tangga curam dan sempit yang diapit oleh bangunan-bangunan apartemen dan dihiasi deretan tiang lampu klasik dan pepohonan di tepinya juga menjadi pemandangan khas di sini, mengingat kawasan ini memang berada di atas bukit. Tangga-tangga ini terlihat paling bagus saat pohon-pohon di tepinya terlihat gundul atau tanpa daun (uh, yang kayak begini favorit saya banget dah). Selain itu, Anda mungkin juga akan melihat atau bahkan naik kereta mini beroda yang lucu dan juga kereta trem kecil yang meluncur naik turun bukit.

Montmartre dulu juga menjadi kawasan tempat tinggal dan berkumpulnya para seniman Perancis, yang kemudian besar namanya seperti Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Salvador Dali, Claude Monet, dan Pierre-Auguste Renoir. Kalau Italia punya Florence di mana para seniman Italia hidup dan Berkarya, maka Perancis punya Montmartre. Karena itu, jangan heran bila di kawasan ini Anda akan menemui sejumlah tempat yang merupakan bekas studio atau tempat tinggal seniman-seniman tersebut. Bahkan banyak juga tempat di Montmartre yang mengklaim keterkaitan mereka dengan para seniman ini dengan memampang plakat dengan tulisan seperti “Seniman X dulu pernah bla bla bla di sini” :p

Dengan segala pesona dan sejarahnya, tak diragukan lagi Montmartre menjadi salah satu kawasan paling colourful dan menarik di Paris. Dan sudah bukan rahasia lagi kalau kawasan ini juga dianggap sebagai salah satu tempat paling romantis di Paris. Dan tempat ini, masih memiliki sejuta pesona lain yang membuatnya selalu dibanjiri turis setiap tahunnya. Nah, ingin tahu objek wisata dan tempat-tempat terkenal apa saja yang selalu diburu para turis di Montmartre?

Karena merupakan sebuah kawasan, banyak sekali tempat menarik yang bisa dikunjungi di Montmartre, namun berikut akan saya rangkumkan tempat-tempat terkenal yang selalu dijadikan destinasi utama oleh para wisatawan yang jalan-jalan ke Montmartre. Selain tempat-tempat khusus ini, Anda masih sangat bisa menikmati pemandangan cantik khas Montmartre sepanjang perjalanan, atau berjalan-jalan sendiri untuk menjelajah kawasan ini dan menemukan tempat favorit Anda sendiri :). Ok, sekarang langsung saja. Berikut tempat-tempat wisata menarik dan terkenal di Montmartre, Paris:

1. Basilika Sacre Coeur
Sacre Coeur Montmartre Paris
Sacre Coeur basilika yang ikonik
Sacré-Coeur Basilica adalah gereja basilika berwarna putih yang berada di puncak bukit Montmartre dan menjadi landmark distrik ini. Warnanya yang putih polos dan letaknya yang tinggi tepat di puncak bukit, membuat Sacre Coeur terlihat sangat menonjol di panorama kota Paris dan menjadi titik tertinggi ketiga di Paris setelah Menara Eiffel dan Montparnasse Tower. Basilika ini pun terlihat jelas dari kejauhan yang menandakan di mana distrik wisata populer Montmartre berada.

Sacre-Coeur Basilica (Basilica of the Sacred Heart) dibangun pada tahun 1875 dan menggunakan batu khusus agar warnanya tetap putih, polos, dan bersih meskipun berada di antara udara kota besar yang terpolusi seperti Paris. Nggak lucu kan kalau namanya ‘basilika hati yang suci’ tapi warnanya ternoda :D. Karena itu semua sudah direncanakan dengan matang dan digunakanlah batu khusus dalam pembangunanya, yaitu batu Château-Landon. Saat turun hujan, batu ini akan bereaksi dengan air hujan dan akan mengeluarkan kalsit (zat kapur) yang berfungsi sebagai pemutih, sehingga dinding luar Sacre Coeur akan tetap terlihat putih bersih. Wah keren ya.

Selain masuk ke dalam basilika untuk melihat interiornya, kegiatan wisata juga banyak terjadi di luar. Pengunjung biasanya senang jalan-jalan dan duduk-duduk di tangga menuju basilika atau duduk-duduk dan tiduran di taman rumputnya,. Favorit para wisatawan adalah duduk-duduk dan piknik di dasar tangga Sacre Cour sambil menyaksikan beberapa pertujukan yang dilakukan oleh para musisi dan pementas jalanan. Hal ini tak ubahnya membuat tangga ini seperti amfiteater ‘alami’ di mana para penonton duduk menjejali undakan-undakan tangganya. Jadi jangan heran jika tangga ini sangat penuh pengunjung pada musim-musim puncak liburan seperti pada musim panas.

Sacre Coeur Montmartre Paris

Apalagi tangga ini juga menjadi spot strategis di mana kita bisa berfoto dengan latar belakang Basilika Sacre Coeur. Dari tangga dan halaman basilika kita juga bisa melihat ke bawah ke arah panorama kota Paris yang terlihat menakjubkan dari atas. Di beberapa level tangga juga terdapat beberapa bangku taman jika kita ingin duduk-duduk dengan nyaman (jika tidak penuh semua :p) sambil menikmati panorama kota Paris. Taman rumput di area sekitar basilika juga semakin menyegarkan pemandangan di tempat ini. Tak ketinggalan juga tiang lampu klasik. Cucoklah pokoknya!

Alamat: 35 rue du Chevalier de la Barre, Montmartre, Paris

2. Church of St. Pierre
Di dekat Basilika Sacre Coeur, juga ada satu lagi gereja di Montmartre, yaitu Church of St. Pierre. Gereja ini merupakan salah satu gereja paling tua di Paris. Meskipun tidak terlalu populer, setidaknya Anda tahu kalau masih ada gereja lain di Montmartre, at least. And after visit it, you’re like going: “it’s nice to know this church.”

3. Place du Tetre
Place du Tetre Montmartre Paris
Seperti lukisan dalam lukisan (Place du Tetre, Montmartre)
Tidak jauh dari basilika putih, Place du Tetre adalah tempat wisata terkenal kedua di Montmartre setelah Sacre Coeur. Tempat ini merupakan alun-alun kecil yang menjadi ‘studio outdoor’ bagi para ‘seniman Montmartre’ masa kini. Di alun-alun ini Anda akan melihat banyak pelukis yang memasang stand-stand mereka, di bawah payung aneka warna dan memajang gambar serta lukisan warna-warni untuk menarik minat para wisatawan yang datang. Tempat ini mengingatkan kita bahwa di area sekitar inilah dulu para seniman besar Perancis tinggal dan bekerja. Alun-alun kecil ini juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan, restauran, dan cafe bergaya klasik yang semakin menambah warna serta nilai artistik Place du Tetre. Belum lagi Basilika Sacre Cour yang ikut terlihat memadati sudut tepi alun-alun. Nyeni dan colourful, itulah Place du Tetre. Benar-benar background yang sempurna untuk berfoto di Montmartre yang katanya desa seniman ini.

Place du Tetre Montmartre Paris
Deretan cafe dan restauran di tepi Place du Tetre
Melihat-lihat gambar dan lukisan yang dipajang di Place du Tetre juga asyik, barangkali saja Anda bisa menemukan sesuatu yang bagus untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Anda juga bisa meminta salah satu seniman untuk membuat sketsa wajah Anda. Tapi sepakati dulu harganya sebelum memulai. Dari Place du Tetre Anda bisa lanjut berkeliling ke jalan-jalan sempit berbatu dan bangunan padat di sekitarnya. Ingat-ingat jalan atau bawa peta jika takut nyasar :p. Oh iya, di bangunan-bangunan dan cafe di Place du Tetre dan juga sekitarnya, perhatikan plakat-plakat yang tertempel di dinding yang menyatakan bahwa tempat tersebut bersejarah. Seperti plakat-plakat dengan tulisan yang sudah saya sebutkan tadi: “Seniman X dulu pernah bla bla bla di sini” :D

4. Jejak Seniman Ternama
Jika Anda ingin menelusuri jejak seniman di Montmartre lebih jauh, Anda bisa mengunjungi tempat-tempat berikut yang beberapa tidak jauh dari Place du Tetre:
- Espace Dali, di 11 Rue Poulbot. Merupakan sebuah museum yang didedikasikan untuk Salvador Dali, khususnya karya patung dan ukirannya. Di museum ini juga ada workshop bagi anak-anak untuk memfamiliarkan mereka dengan karya-karya Salvador Dali.
- Montmartre Museum atau Musée du Montmartre, yang bertempat di bekas sebuah manor house tua. Selain pameran, di museum ini ada ruangan khusus yang didedikasikan untuk Erik Satie, seorang komposer ternama yang dulu pernah tinggal di bangunan ini. Seniman terkenal lain yang juga pernah tinggal di sini adalah Maurice Utrillo dan Demetrius Galanis.
- Renoir’s House, di 6 Rue de l'Abreuvoir. Merupakan bekas tempat tinggal seniman populer Pierre-Auguste Renoir.
- Dalida’s House, di rue d'Orchampt. Merupakan bekas rumah diva pop Dalida.
- Bateau Lavoire, 13 Place Emile-Goudeau. Merupakan bekas tempat tinggal Pablo Picasso dan juga sejumlah penyair.
- 54 Rue Lepic. Dulu Van Gogh tinggal di sini.

5. Montmartre Vineyard
Dekat Montmartre Museum, terdapat Vigne du Montmartre (Montmartre Vineyard) yaitu satu dari sedikit kebun anggur yang masih tersisa di Paris. Kebun ini masih memproduksi beberapa ratus botol wine yang dilelang dalam wine festival yang diadakan setiap hari Sabtu pertama di bulan Oktober. Kebun anggur ini tepat berada di tanah bukit yang menanjak dan diapit bangunan-bangunan apartemen bertingkat.

Alamat: Rue Saint-Vincent, Montmartre, Paris

6. Le Jardin Sauvage Saint-Vincent
Dekat Montmartre Vineyard, terdapat Le Jardin Sauvage Saint-Vincent, yaitu taman seluas 1.480 m2 yang didedikasikan untuk melestarikan ratusan spesies flora dan fauna, seperti kebun botani. Kebun ini hanya dibuka untuk umum satu atau dua kali dalam sebulan. Tetapi terkadang pada bulan tertentu seperti antara April hingga Oktober, kebun ini buka lebih sering.

Alamat: 14 rue Saint-Vincent, Montmartre, Paris

7. Café les 2 Moulin
Les 2 moulins cafe Paris
Cafe Les 2 Moulins
Cafe Les 2 Moulins (baca: Les Deux Moulins) adalah sebuah cafe cantik di jalan Rue Lepic, dekat Place Blanche, Montmartre. Cafe ini pernah menjadi lokasi syuting film Amelie dan selalu sibuk dan ramai oleh warga lokal, dan juga para turis yang ingin menelusuri jejak Amelie. Seperti kebanyakan cafe di Paris, cafe ini juga memiliki desain stylish dan memilki tempat duduk di trotoar. Ideal bagi yang ingin duduk-duduk sambil melihat orang lalu lalang atau menikmati suasana sekitar. Apalagi cafe ini juga menghadap ke bagian jalan Rue Lepic yang ramai oleh toko bunga, roti dan pastri, seafood, serta penjual daging. Oh ya soal nama, ‘Les Deux Moulins’ berarti The Two Windmills dan memang terletak dekat dengan 2 kincir angin kuno (windmills) yang ada di Montmartre.

8. Moulin de la Gallete
Ada dua kincir angin kuno yang masih tersisa di Montmartre yaitu Moulin de la Gallete dan Moulin Rouge. Dua kincir ini sering menjadi objek lukisan para seniman, salah satunya adalah lukisan terkenal karya Renoir yang berjudul “Le Bal du Moulin de la Galette” yang sekarang tergantung di dinding Musée d’Orsay, Paris. Moulin de la Gallete terletak di Rue Lepic, Montmartre, dan sekarang menjadi restauran.

9. Moulin Rouge
Moulin Rouge Paris
Moulin Rouge
Sementara Moulin Rouge yang terletak di distrik klub malam Pigalle dekat Montmartre, tepatnya di Boulevard de Clichy, merupakan club malam yang menyajikan hiburan cabaret dan terkenal sebagai tempat lahirnya tarian Can-can modern. Moulin Rouge, dengan kincir angin dan nyala lampu merahnya yang temaram di malam hari juga telah menjadi salah satu landmark populer kota Paris, khususnya kawasan Montmartre dan Pigalle. Moulin Rouge juga sering muncul dalam film, film dokumenter, dan buku. Pada malam hari, area depan Moulin Rouge biasanya ramai oleh pengunjung, meskipun banyak dari mereka adalah wisatawan atau turis yang sekedar ingin hangout atau nongkrong di tempat ikonik ini, tanpa berniat masuk dan menikmati hiburan di Moulin Rouge.

10. Montmartre Cemetry
Menelusuri Boulevard de Clichy menuju Place de Clichy, dan belok kanan menuju Avenue Rachel, Anda bisa menemukan sebuah area pemakaman klasik yang juga menjadi salah satu tempat wisata terkenal di Montmartre. Cimetière de Montmartre atau Montmartre Cemetry merupakan salah satu pemakaman populer di Paris selain Père-Lachaise Cemetery. Pemakaman ini menawarkan suasana tenang dan klasik seperti pemakaman yang ada di film-film :) dengan bangunan makam lama dan baru berjejer padat di bawah sejumlah pepohonan yang meneduhinya. Uniknya lagi, Montmartre Cemetery dibangun di tanah yang posisinya lebih rendah dari level jalan. Pemakaman ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sejumlah seniman terkenal yang tinggal dan bekerja di kawasan Montmartre, salah satunya adalah diva pop Dalida yang rumahnya terletak di Rue d'Orchampt.

Alamat: 20 avenue Rachel (pintu masuk di Avenue Rachel di bawah Rue Caulaincourt), Montmartre, Paris


Transportasi: Bagaimana cara ke Montmartre?
Metro. Naik metro, turun di stasiun terdekat:
- Naik line/jalur 12, turun di stasiun metro Abesses. Anda langsung sampai di pusat distrik Montmartre.
- Naik jalur 2, turun di stasiun metro Anvers atau metro Blanche (Moulin Rouge). Bagi Anda yang ingin menikmati perjalanan menuju montmartre dan memasuki Montmartre secara bertahap.

PS. Untuk mendaki dan keliling kawasan Montmartre Anda juga bisa naik kereta mini beroda yang akan membawa Anda menelusuri kawasan Montmartre tanpa harus capek-capek berjalan kaki. Dan untuk menuju puncak bukit, Anda juga bisa naik kereta trem kecil yang akan membawa Anda meluncur ke atas (dan turun) bukit.

Jika Anda merasa sayang harus melewatkan pemandangan selama perjalanan kalau menggunakan kedua fasilitas ini, Anda bisa membaginya setengah-setengah. Mendaki atau berangkat naik fasilitas ini, dan pulang dengan jalan kaki. Karena mendaki biasanya lebih capek, ketimbang turun. Tapi terserah Anda juga. Mungkin Anda lebih memilih bercapek-capek dulu baru ‘bersenang-senang’ kemudian sehingga nanti saat sampai di tujuan merasa lebih puas atas reward ‘jerih payah’ Anda. Dan tinggal turun dengan sedikit memanjakan diri sambil sepenuhnya menikmati perjalanan :)

Artikel Terkait:
10 Tempat Wisata Terkenal di Paris, Perancis
Nongkrong di Cafe terpopuler di Paris

Rabu, 24 Juli 2013

Surga Barang Antik di Flea Market Terkenal di Paris

Pasar barang antik di Paris

Pernah dengar tentang “flea market”? Suka melihat atau berburu barang vintage dan antik dengan harga miring? Flea marketlah tempatnya. Flea market di Paris bukan hanya menjadi tempat pusat perburuan bagi para penggemar barang vintage, penyuka home decor, pengoleksi barang antik, langka, atau bersejarah, atau sekedar orang-orang yang menyukai sesuatu yang ‘tak biasa’, tetapi juga sudah menjadi salah satu tujuan jalan-jalan dan wisata belanja di Paris, serta sisi lain kota Paris yang menarik. 

Bagi Anda yang punya ‘mata artistik’ dan punya sedikit, sedikiiit saja ketertarikan atau bahkan haus akan sesuatu yang tak biasa (seperti saya :p), Flea market di Paris adalah surga. Sementara bagi penyuka fotografi, yang amatiran sekalipun (seperti saya??), flea market adalah objek yang fotogenik, colourful, dan atraktif untuk dijadikan sasaran! Ingin tahu flea market mana yang paling populer di Paris dan wajib hukumnya untuk dikunjungi agar mendapat gambaran yang tepat tentang flea market ala Paris?

Pemandangan di Porte de Montreuil Flea Market, Paris
Flea market adalah pasar barang antik dan murah yang menjual segala aneka barang unik, antik, dan cantik mulai dari kartu pos kuno, buku klasik, aneka perhiasan dan aksesoris, karya seni, fashion item, furniture, perabotan, hingga perlengkapan rumah tangga; dari yang baru hingga second. Meskipun barang bekas, tidak semuanya barang ‘rombengan’. Banyak juga barang-barang bagus dan berkualitas, bahkan tidak sedikit yang bisa menemukan ‘harta karun’ tersembunyi di flea market. Harganya pun bervariasi, ada yang murah meriah, dan banyak juga yang harganya lumayan tergantung jenis barangnya. Dan semua harga masih bisa ditawar!

Flea market bukanlah sesuatu yang baru, dan jenis pasar ini pun tidak hanya ada di Perancis, melainkan juga di sejumlah negara. Namun bicara tentang popularitas dan pelopor, flea market di Paris lah tempatnya. Flea market di Paris, atau marché aux puces, sudah ada sejak akhir abad 19 dan pasar ini bukan hanya menjadi pusat perburuan bagi para penggemar barang vintage, penyuka home decor, pengoleksi barang antik atau bersejarah, atau sekedar orang-orang yang menyukai sesuatu yang ‘tak biasa’, tetapi juga sudah berkembang menjadi salah satu tujuan wisata belanja dan jalan-jalan serta sisi lain kota Paris yang menarik. Ingin tahu flea market mana yang paling populer di Paris dan wajib hukumnya untuk dikunjungi agar mendapat gambaran yang tepat tentang flea market ala Paris?

Nah, berikut ini akan saya rangkumkan tiga pasar barang antik paling terkenal sekaligus yang tertua dan terbesar di Paris. Berikut ulasanya.

1. Porte de Clignancourt Flea Market
Porte de Clignancourt Flea Market

Bagi Anda yang ingin melihat seperti apa the real flea market-nya Paris, saya sarankan Anda mengunjungi Porte de Clignancourt Flea Market atau Les Puces de Saint-Ouen. Pasar barang antik ini terletak di arrondissement (distrik) 18 kota Paris, tidak jauh dari distrik wisata populer, Montmartre.

Porte de Clignancourt Flea Market adalah flea market paling terkenal di Paris dan biasa disebut dengan Les Puces atau The Fleas saja. Pasar ini adalah flea market pertama dan tertua di Paris yang sudah ada sejak tahun 1885 dan menerima kurang lebih 180.000 pengunjung setiap minggunya. Flea Market ini diklaim sebagai pasar barang antik terbesar di dunia dengan luas area mencapai 7 hektar dan terdiri lebih dari 2500 toko, kios, dan stan.

Kios-kios ini tebagi dalam 15 area pasar (marché) yang terletak berdekatan dalam satu kawasan, dan masing-masing memiliki atmosfer dan spesialisasi masing-masing. Misalnya saja, area pasar Paul Bert khusus menjual furnitur abad 17, Malik untuk pakaian, dan Biron khusus karya seni Asia. Selain toko-toko permanen, terdapat juga bermil-mil stan bebas di pinggir jalan yang menawarkan aneka macam barang.


Les Puces de Saint-Ouen merupakan pasar barang antik resmi yang memiliki bangunan toko dan kios permanen. Tidak seperti banyak flea market sementara yang menjamur di Paris yang kebanyakan hanya menjual barang-barang bekas dan rombengan, Anda bisa menemukan banyak barang-barang bagus dan berkualitas tinggi di pasar ini. Di area pasar Les Puces de Saint-Ouen juga terdapat banyak cafe dan restaurant di mana kita bisa istirahat sebentar sambil mencharge energi kita kembali sebelum melanjutkan berkeliling atau setelah puas melihat-lihat dan belanja :)

Alamat Porte de Clignancourt Flea Market: rue des Rosiers, avenue Michelet, rue Voltaire, rue Paul Bert, dan rue Jean-Henri Fabre, Paris
Jam buka :
- Sabtu: Pkl 9.00-18.00
- Minggu: 10.00-18.00
- Senin: 11.00-17.00
Biaya masuk: Gratis
Transportasi: Naik apa ke sini?
- Metro jalur/line 4. Turun di stasiun Porte de Clignancourt.

2. Porte de Montreuil Flea Market
Porte de Montreuil Flea Market

Kalau Anda khawatir kewalahan dengan Porte de Clignancourt Flea Market dengan luasnya yang mencapai 7 hektar serta 3000 kiosnya yang mengular tiada ujung :D, saya berikan alternatif pasar barang antik lain untuk dikunjungi selama Anda di Paris. Pasar ini adalah Porte de Montreuil Flea Market. Porte de Montreuil Flea Market adalah pasar barang antik tertua dan terbesar kedua di Paris setelah Porte de Clignancourt Flea Market. Pasar barang antik ini terletak di perbatasan arrondissement (distrik) 20 dan Montreuil, dan ‘hanya’ terdiri dari sekitar 500 kios saja. Porte de Montreuil Flea Market terkenal dengan pakaian vintage dan second-nya, ukiran, perhiasan, kain linen, tembikar, peralatan rumah tangga dan juga furniture kuno. Bagi yang sudah jatuh cinta dengan Pasar barang antik di Paris, Porte de Montreuil Flea Market adalah flea market kedua yang wajib Anda kunjungi. 

Alamat Porte de Montreuil Flea Market: Avenue de la Porte de Montreuil, 75020 Paris, 
Jam buka Porte de Montreuil Flea Market: Sabtu-Senin Pkl 07.00-19.30
Biaya masuk: Gratis
Naik apa ke sini? 
- Metro. Turun di stasiun Porte de Montreuil.

3. Porte de Vanves Flea Market
Porte de Vanves Flea Market

Flea market terkenal di Paris selanjutnya adalah Porte de Vanves Flea Market yang terletak di arrondissement 14 kota Paris. Pasar ini membentang sejauh beberapa blok di sepanjang Avenue Marc Sangnier dan sekitar Avenue Georges Lafenestre. Porte de Vanves Flea Market adalah flea market terkecil di antara 3 flea market tertua dan terpopuler di Paris, cocok bagi Anda yang ingin keliling flea market sambil jalan-jalan santai di hari weekend tanpa harus merasa overwhelmed atau menghabiskan waktu seharian untuk mengelilingi pasar :D. Berbeda dengan Porte de Clignancourt Flea Market, kios-kios di Porte de Vanves Flea Market kebanyakan adalah stan-stan sementara yang terbuka sehingga lebih mirip seperti street market atau pasar murah atau pasar Minggu ala Sunday Morning. Pasar ini menawarkan aneka barang-barang unik dan second, dan juga perlengkapan rumah tangga dan aneka fashion item baru dengan harga diskon.

Alamat Porte de Vanves Flea Market: avenue Georges Lafenestre dan avenue Marc Sangnier, Paris
Jam buka Porte de Vanvesl Flea Market: Tiap weekend (Sabtu-Minggu) Pkl 07.00-14.00
Biaya masuk: Gratis
Naik apa ke sini? 
- Metro jalur/line 13. Turun di stasiun Porte de Vanves.


Photo Gallery
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Dauphine
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Dauphine
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Biron
Porte de Vanves flea market Paris
Porte de Vanves
Porte de Clignancourt flea market Paris
St Ouen
Porte de Clignancourt flea market Paris
St Ouen
Porte de Clignancourt flea market Paris
Marche Julles Valles
Porte de Clignancourt flea market Paris
St Ouen

Marche Dauphine







Postingan Populer