Tampilkan postingan dengan label Bursa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bursa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2010

Psikologi Trading

Jangan mengabaikan hal ini. Serius!!! Kekalahan sudah di depan mata jika anda sembarangan dalam trading….. Ada beberapa faktor penentu dalam kesuksesan melakukan trading : PERSONAL TRADER
Terdapat 6 psikologi yang mempengaruhi individu dalam bertransaksi :
Sangatlah menarik di mana banyak orang senang menaruh simpanan dan dana mereka dalam tangan orang lain, menerima kerugian seperti dengan mudahnya menyalahkan orang lain daripada bertanggung jawab terhadap dana mereka sendiri.
  1. Bertanggung jawablah terhadap modal anda (walau hanya modal 5 USD yang anda terima secara gratis). Langkah pertama sebagai individu adalah percaya pada diri sendiri dan kemampuan anda sendiri. Satu dari penemuan yang sangat mengejutkan ketika anda mulai bertransaksi atau memiliki pengamatan dari pasar saham bagaimana para ahli sangat sering melakukan kesalahan.

    Hal ini merupakan penyokong kepercayaan yang sesungguhnya ketika anda mulai mengerti bahwa dengan latar belakang yang kokoh dan pengetahuan, disiplin dan penetapan rencana perdagangan yang baik akan membuat anda melakukan tindakan profesional. Anda akan berada dalam sebuah pasar yang bergerak beberapa kali lebih cepat daripada pasar lainnya dan dengan leverage, penghargaan dan kerugian bercampur berulang kali. Jalan terbaik untuk mengatasi pikiran dari penggunaan uang anda sendiri dan volume anda akan melakukan transaksi adalah melupakan tentang uang dan bicarakan bagian dari poin-poin.

    Jadi daripada menghitung keuntungan dan kerugian anda dalam faktor-faktor dari dolar, bicarakan faktor-faktor dari poin-poin keuntungan dan kerugian. Jika anda mengambil hal ini pada tingkat yang sangat awal, ini akan terasa sama jika anda melakukan perdagangan demo. Ketika melakukan perdagangan rekening demo, kebanyakan orang melakukannya dengan sangat baik. Mereka berdagang tanpa rasa takut. Tapi ketika mereka bertransaksi dengan uang sesungguhnya, meskipun hanya rekening mini, tiba-tiba mereka menemukan diri mereka bertransaksi dengan sikap di mana mereka kehilangan banyak kesempatan dan mengumpulkan banyak kerugian. Mereka dengan mudah kehilangan keberanian mereka dan masuk ke dalam rasa takut dan tamak. Hal ini dapat terjadi juga ketika anda berangkat dari rekening mini ke rekening penuh atau dari kontrak perdagangan sendiri ke kontrak perdagangan multiple. Cobalah dan berdaganglah tanpa pikiran akan berapa banyak uang anda yang mungkin akan untung atau rugi. Berdagang dengan pemikiran yang benar, tidak perduli berapa banyak kontrak yang anda perdagangkan atau bahkan jika anda melakukan transaksi di rekening demo.
  2. Kurangi kerugian anda secepatnya dan biarkan keuntungan anda yang berjalan. Konsep sederhana ini merupakan salah satu konsep tersulit untuk dilaksanakan dan ini menyebabkan kematian bagi kebanyakan pedagang. Kebanyakan pedagang melanggar rencana yang telah ditetapkan sebelumnya dan mengambil keuntungan mereka sebelum meraih target keuntungan mereka karena mereka merasa tidak nyaman duduk di posisi yang menguntungkan. Jenis orang yang sama ini akan dengan mudah duduk di posisi kerugian, mengijinkan pasar bergerak terhadap mereka untuk ratusan poin dengan harapan bahwa pasar akan kembali . Tambahan, pedagang yang perintah stop mereka telah terkena berulang kali hanya untuk melihat pasaran kembali pada kehendak mereka, sekali mereka keluar, mereka dengan cepat memindahkan perintah stop dari perdagangan mereka dengan satu kepercayaan bahwa hal ini akan selalu menjadi kasus. Perintah stop diadakan untuk dikenai, dan untuk menghentikan anda dari kerugian melebihi jumlah yang ditetapkan sebelumnya! Kepercayaan yang salah adalah bahwa setiap transaksi haruslah menguntungkan.

    Jika anda telah memperoleh keuntungan 3 dari 6 transaksi maka anda telah melakukannya dengan baik. Bagaimana mungkin anda dapat menghasilkan uang dengan hanya setengah dari perdagangan anda untuk menjadi pemenang? Sederhana saja, anda ijinkan keuntungan anda pada saat menang untuk berputar dan yakinkan bahwa kerugian yang anda alami adalah minimal. Strategi bagus lainnya adalah menggerakkan stop loss (poin di mana transaksi akan terjual jika berjalan ke jalan yang salah) di balik perdagangan ke tingkat di mana penarikan kembali dapat diakomodasikan tetapi pembalikan akan terkunci paling tidak memperoleh sedikit keuntungan.
  1. Disiplin Berdaganglah dengan perencanaan yang disiplin. Masalah dari banyak pedagang adalah mereka menganggap berbelanja lebih serius dibandingkan perdagangan. Pembelanja rata-rata tidak akan mengeluarkan $400 tanpa penelitian yang serius dan pemeriksaan produk yang hendak dibeli, juga pedagang rata-rata akan membuat sebuah perdagangan dengan mudah membebaninya $400 didasari pada sedikit daripada “perasaan” atau “dugaan”. Yakinkan bahwa anda memiliki rencana sebelum anda mulai bertransaksi. Rencana harus termasuk di dalamnya level stop dan limit untuk bertransaksi, sama seperti analisa anda harus meliputi sisi bawah yang diharapkan sebaik sisi atas yang diharapkan.
  1. Jangan Terlalu banyak Informasi seperti banyak usaha-usaha keras lainnya, sangatlah penting untuk tetap berdagang secara sederhana. Banyak pedagang memulai dengan strategi yang sederhana dan sukses, tapi menemukan diri mereka mencoba memotong dan mengubah untuk menemukan sistem yang lebih baik. Mereka juga mengijinkan diri mereka untuk dipengaruhi oleh pendapat lain dan terlalu banyak fundamental. Perdagangan pasar saham biasanya serupa dalam hal ini. Pelatihan yang baik adalah untuk mengajarkan seorang anak atau remaja strategi perdagangan yang sederhana atau rancangan aturan untuk diikuti dan membiarkan mereka untuk berdagang rekening demo. Banyak pedagang yang telah melakukan ini merasa surprise bahwa anak-anak mereka dapat melakukan transaksi dengan baik, konsisten dan seringkali dengan hasil yang spektakuler.
    Pelajarannya adalah bahwa mereka tidak menyimpang dari aturan-aturan yang ada dan tidak terpengaruh oleh media atau fundamental. Banyak pedagang tidak memperhatikan fundamental sama sekali dan sukses dalam bertransaksi. Aturan di sini adalah untuk tetap menjadikannya sederhana, jangan ijinkan diri anda untuk menjadi bingung dengan terlalu banyak informasi dan jika anda tidak yakin atau tidak dalam emosi dalam pikiran yang baik, jangan melakukan transaksi.
  2. Jangan menikah dengan perdagangan anda. Alasan berdagang dengan perencanaan adalah sangat penting karena analisa terobyektif adalah telah dilakukan sebelum perdagangan dilaksanakan. Sekali seorang pedagang berada dalam posisi, mereka cenderung menganalisa pasar berbeda dalam “harapan” bahwa pasar akan bergerak ke dalam arah yang diinginkan daripada penglihatan objektif pada faktor-faktor yang berubah yang mungkin berbalik terhadap analisa asli anda. Hal ini khususnya merupakan kerugian yang sebenarnya.

    Dengan posisi kalah cenderung untuk menikahi posisi mereka, yang menyebabkan mereka mengabaikan kenyataan bahwa semua tanda mengarah pada kerugian. Jangan berdagang, terlebih lagi dengan harapan bahwa pasar akan berbalik ke dalam kehendak anda. Hal ini hanya akan mempercepat kerugian anda.
  3. Jangan bertaruh di ladang ini. Jangan berlebihan dalam bertransaksi. Satu dari sekian banyak kesalahan biasa bahwa pedagang membuat leverage yang terlalu tinggi dari rekening mereka dengan berdagang ukuran besar yang banyak daripada seharusnya mereka memperdagangkan secara bijaksana saldo mereka. Leverage merupakan pedang bermata dua. Hanya karena satu lot (100,000 unit) dari mata uang hanya diminta $1000 sebagai margin minimum deposit, itu bukan berarti kalo seorang pedagang dengan $5000 dalam rekeningnya dapat melakukan transaksi sebanyak 5 lot. Satu lot adalah $100,000 dan harus diperlakukan sebagai $100,000 investasi dan bukannya menaruh $1000 sebagai batasan.

    Banyak pedagang menganalisa grafik dengan benar dan menempatkan transaksi yang bijaksana, juga mereka cenderung untuk berlebihan menetapkan leverage mereka sendiri. Sebagai konskuensinya, mereka seringkali terpaksa untuk keluar posisi pada waktu yang salah/tidak tepat. Aturan terbaik adalah untuk berdagang dengan 1-10 leverage atau tidak pernah menggunakan saldo anda lebih 5 pada waktu yang diberikan. Berdagang mata uang tidaklah mudah. (Jika mudah, setiap orang akan menjadi milyuner!)

Selasa, 20 Juli 2010

Pengertian Pasar Modal

Pengertian klasik pasar modal adalah suatu bidang usaha perdagangan surat-surat berharga sperti saham, obligasi, dan sekuritas efek . Sebagai salah satu pelaku ekonomi maka aspek memperoleh keuntungan yang optimal adalah tujuan yang menjiwai pasar modal sebagai lemabaga jual beli efek. Aliran baru, pasar modal sebagai wahana untuk menghimpun dana guna pembiayaan pembangunan yang merupakan wujud nyata peran seta masyarakat (Pramono,1997:132).

Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu system keuangan yang terorganisisr, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantar dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang berdar (Sunariyah, 1998). Definisi lain tentang pasar modal di Indonesia yang tercantum dalam pasal 1 Undang-Undang Pasar Modal No 8 tahun 1995 tentang pasar modal, menyebutkan bahwa pasar modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan efek.

Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lloyd, 1976:5), adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.

Secara formal pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjual belikan baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta(ISOL, 2006). Dengan demikian pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan (financial market).

Pengertian Saham

Menurut Fakhruddin (2001), “Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan”. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.

Sedangkan menurut Jogiyanto (2000), “Saham adalah tanda kepemilikan dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan”.

Pengertian Bursa Efek

Pengertian bursa efek adalah suatu system convenant yang terorganisir dengan mekanisme resmi untuk mempertemukan penjual efek (pihak deficit dana) dengan pembeli efek (pihak yang surplus dana) secara langsung atau melalui wakil-wakilnya. Fungsi dari bursa efek adalah menciptakan pasar secara terus-menerus bagi efek yang telah ditawarkan kepada masyarakat, menciptakan harga wajar bagi efek yang bersangutan melalui mekanisme pasar, membantu pembelanjaan (pemenuhan dana) dunia usaha melalui penghimpunan dana masyarakat dalam pemilikan saham-saham perusahaan(Hartri,2008:2).

Menurut Husnan (1998), di dalam bukunya ia menjelaskan bahwa bursa efek adalah perusahaan yang jasa utamanya adalah mneyelanggarakan kegiatan perdagangan sekuritas di pasar sekunder.

UU yang mengatur tentang pasar modal (UU Republik Indonesia no. 8 / 1995) juga mencantumkan pengertian bursa efek, yaitu pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak yang lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka.

Pahami Unsystematic dan Systematic Risk dalam Berinvestasi Saham

Info Management File

Investasi tidak bisa lepas dari yang namanya risiko, termasuk saham yang merupakan instrumen investasi berisiko tinggi. Investasi pada saham memang potensi keuntungannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan deposito, namun risikonya juga jauh lebih tinggi. Berinvestasi di saham, dana Anda bisa jadi berlipat ganda, namun juga bisa habis bahkan negatif. Oleh karena itu, sebelum memutuskan investasi di saham Anda harus memahami risiko-risikonya.

Pada dasarnya, risiko saham terdiri dari dua macam, yakni systematic risk dan unsystematic risk. Bagaimana maksudnya? Apa saja contohnya? Dan bagaimana mengelola risiko-risiko tersebut?


Systematic Risk
Systematic risk, atau biasa juga disebut dengan market risk atau undiversifiable risk adalah faktor risiko yang mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Jadi, pergerakan harga saham tertentu akan dipengaruhi oleh pergerakan bursa saham secara keseluruhan.

Contoh dari systematic risk diantaranya adalah perubahan tingkat suku bunga, perubahan regulasi, perubahan kondisi perekonomian, dan lainnya. Misalnya kondisi politik Indonesia yang kurang stabil meningkatkan systematic risk. Kemudian baru-baru ini, berita bahwa Sri Mulyani bakal mundur dari posisi Menkeu juga dipandang sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko ini.

Systematic risk tidak dapat dikontrol oleh investor, serta tidak dapat dimitigasi pula melalui diversifikasi. Risiko ini dapat diukur melalui besaran beta, yakni ukuran statistik yang mengukur dampak pergerakan pasar secara historis terhadap harga saham. Dengan meregresikan return saham terhadap return pasar, maka besaran beta dapat diperoleh. Risiko ini tidak dapat dihindari, namun pasar memberikan kompensasi yang lebih pula bagi investor yang bersedia untuk mengambil risiko ini. Menurut Capital Asset Pricing Model (CAPM), semakin besar systematic risk (beta), maka tingkat expected return juga semakin besar.

Semakin tinggi beta, maka saham semakin sensitif terhadap pergerakan pasar. Contoh saham dengan beta tinggi adalah saham BUMI, yang mempunyai beta sebesar 1.65. Artinya, saham ini sangat sensitif terhadap pergerakan pasar. Jika naik, maka kenaikannya bisa lebih tinggi, dan jika turun maka pelemahannya pun bisa lebih tajam.

Namun ingat, systematic risk ini berbeda dengan systemic risk, yang sedang ramai diperbincangkan belakangan ini. Systemic risk merupakan risiko atau event yang dapat mengakibatkan sistem finansial jatuh secara keseluruhan.

Unsystematic Risk
Sementara itu, unsystematic risk, atau sering disebut juga specific risk, adalah risiko bahwa event tertentu yang terjadi pada perusahaan atau industrinya yang kemudian mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut.
Jadi, ketika Anda membeli saham suatu perusahaan, tentunya Anda mengharapkan imbal hasil yang bagus atas investasi Anda tersebut. Namun, kinerja perusahaan sendiri bisa bagus, bisa juga jelek, disebabkan oleh faktor-faktor spesifik tertentu. Ini adalah yang dimaksud dengan unsystematic (specific risk).

Unsystematic risk sangat terkait dengan kondisi industri maupun keputusan manajemen. Contohnya adalah strategi pemasaran, keputusan manajemen untuk menambah utang, pesaing menurunkan harga, keputusan pricing, lini produk dan lainnya.
Baru-baru ini misalnya, BTPN menambah nilai obligasi yang akan diterbitkannya, dari Rp 750 miliar menjadi Rp 1,3 triliun. Ini berarti menambah utang, yang berarti meningkatkan unsystematic risk dari BTPN. Contohnya lagi adalah harga batubara yang diprediksikan turun tahun ini, sehingga meningkatkan unsystematic risk bagi perusahaan-perusahaan batubara seperti BUMI, PTBA dan Adaro.

Unsystematic risk, berbeda dengan systematic risk, dapat dikontrol dengan beberapa strategi.

Pertama, unsystematic risk dapat diminimalisir dengan cara melakukan diversifikasi portfolio. Lalu berapa saham dalam portfolio yang harus Anda miliki untuk menghilangkan risiko ini? Pertama-tama, Anda harus memahami dulu konsep diversifikasi ini. Seandainya Anda hanya mempunyai saham BUMI dan PTBA saat ini, berarti Anda terekspos pada unsystematic risk, karena kedua saham tersebut berada dalam satu industri. Jika harga batubara turun, maka tentunya harga kedua saham tersebut bakal turun.

Artinya, untuk membentuk suatu portfolio saham yang baik Anda harus mengisinya dengan saham-saham yang menghasilkan korelasi kecil. Semakin kecil korelasinya, maka semakin baik, karena berarti return saham tidak bergerak secara bersama-sama. Jika korelasi semakin kecil, maka standar deviasi dari portfolio juga semakin kecil.

Selain itu, dalam mengisi portfolio Anda tentunya jangan memilih dengan random, melainkan telah meriset perusahaan-perusahaan tersebut terlebih dahulu. Seleksi kinerja dan prospeknya, dan ambil keputusan investasi berdasarkan kriteria yang telah Anda buat.

Kemudian, unysystematic risk juga dapat Anda minimalisir dengan cara berinvestasi dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, saham lebih terekspos terhadap fluktuasi, dibandingkan dalam jangka panjang. Dengan investasi dalam jangka panjang, diharapkan saham nilainya akan semakin tinggi, seiring dengan kinerja perusahaan yang membaik. Memang tidak ada jaminan bahwa kinerja di masa depan pasti lebih baik, namun dengan berinvestasi secara jangka panjang, Anda dapat meminimalisir risiko fluktuasi pasar dalam jangka pendek.

Demikian adalah sekilas pengenalan mengenai systematic dan unsystematic risk dalam saham. Analisa risiko-risiko yang Anda hadapi dengan baik. Selamat berinvestasi!

Vivanews.com

Minggu, 18 Juli 2010

Belajar Investasi Saham Bagi Pemula

KEUNTUNGAN DAN RESIKO INVESTASI SAHAM

Dua unsur yang melekat pada setiap modal atau dana yang diinvestasikan adalah hasil (return) dan resiko (risk). Ada timbal balik setimbang antara hasil dan resiko, umumnya apabila hasil suatu jenis investasi tinggi maka risikonya pun tinggi. Begitu juga investasi saham pada umumnya, yang memiliki resiko dan hasil yang tinggi. High risk and high return.

Dalam investasi saham, selain memperoleh kesempatan mendapatkan Dividen dan Capital Gain, Investor memiliki keuntungan dari sifat saham yang Fleksibel dan Liquid. Berikut deskripsinya:

a. Dividen, yaitu bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Oleh karena saham adalah tanda bukti kepemilikian atas emiten (perusahaan penerbit saham) maka investor/pemegang saham berhak mendapat bagian dari laba perusahaan.
b. Capital Gain, yaitu keuntungan yang berasal dari jual-beli saham berupa selisih antara harga jual yang lebih tinggi dari harga beli.
c. Fleksibel, pemegang saham dapat menjual sebagian sahamnya apabila tiba-tiba membutuhkan dana. Berbeda dengan investasi tanah, properti, emas dan sebagainya yang harus dijual secara keseluruhan.
d. Liquid, prinsip good delivery dan good fund dalam pasar modal menjamin investor mendapatkan saham dan dananya, dengan ketentuan 3 (tiga) hari setelah transaksi atau dikenal T+3.

Adapun resiko yang dapat terjadi dalam investasi saham, antara lain:

a. Capital Loss, yaitu kerugian dari hasil jual beli saham, berupa selisih antara harga jual yang lebih rendah dari harga beli.
b. Opportunity Loss, yaitu kerugian yang dapat terjadi yang diakibatkan karena perusahaan/emiten dilikuidasi, tetapi nilai likuidasinya lebih rendah dari harga saham.

Lalu apa yang dapat dilakukan untuk meminimalisir resiko tersebut? Investor sangat dianjurkan untuk melakukan diversifikasi investasi dalam beberapa instrumen, misalnya: saham dari beberapa sektor industri, saham dan deposito atau saham dan obligasi.

Salah satu securities yg sudah online di Indonesia yg pertama adalah PT.eTrading Securities yg sudah terdaftar di BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) dan PT.KSEI (Kustodion Sentral Efek Indonesia). Di securities ini segala kemudahan bisa diberikan kepada nasabah yg tergabung di eTrading, mulai dari fee transaksi, sistem yg mudah untuk online trading secara lengkap dapat mengakomodasi segala macam tipe investor.

Mungkin saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai sistem yg disediakan eTrading untuk melakukan transaksi saham secara online di bawah ini.





1.HOTS 2 (Home Online Trading Services)
Sebuah software yang diluncurkan di awal januari 2009 adalah merupakan versi upgrade untuk memenuhi kebutuhan informasi trader2 saham yang menginginkan system yang powerfull. harus di instalkan di PC/notebook dan dikoneksikan dengan internet dimana didalam software tersebut para member nantinya dapat melakukan pemantauan pergerakan saham saham secara realtime,trading secara online lewat internet dilengkapi dengan info market yg selalu diupdate dan juga dapat dengan mudah melakukan penarikan dana yg langsung dapat di transfer ke rekening bank dari member tersebut. Kelebihan lainnya adalah semua nasabah dapat menggunakan sistem ini secara free tanpa dikenakan biaya tambahan.

Menu untuk melihat tampilan di floor BEJ yg realtime:



Menu Order:





Menu untuk Melihat Status Order:



Menu untuk Melihat Keuangan:



Menu berita yg menunjang untuk trading:



Menu Chart untuk Analisa:



Menu Tarik Dana Online by System:


Menu untuk Melihat Rangking Transaksi Broker:


Menu Stock Price:
menu ini cocok untuk para trader yg selalu memperhatikan investor asing mulai masuk atau keluar dari setiap kode sahamnya, cocok untuk trader follower.



Menu Stock Trade History:

Menu ini bisa mencegah kita untuk masuk dalam perangkap yg dibuat bandar.
kita bisa lihat kode saham dengan rincian broker pembeli dan penjual, jadi kita bisam melihat apabila ada bandar yg melakukan jual beli sendiri.


2. WTS (web trading system )
Sebagai member, maka dengan WTS maka tidak perlu repot untuk melakukan instalan pada PC atau Notebook anda . cocok untuk anda yang bermobilitas tinggi yang selalu bepergian atau kerja outdoor.fitur informasi saham2 yang ada di WTS tidak selengkap yang ada di HOTS 2 dimana para member tetap dapat melakukan pemantauan saham secara realtime dan juga akses untuk melakukan trading transaksi saham.



3.BY PHONE
Ketika member eTrading Securities mengalami kesulitan untuk mengakses Internet oleh karena sesuatu hal,member eTrading Securities tetap dapat melakukan transaksi sahamnya dengan menghubungi by phone divisi dialing room eTrading Securities dimana nantinya mereka meminta kode tertentu untuk memastikan bahwa benar member itu sendiri yang melakukan order dan bukan orang lain sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan aman,dan nyaman di eTrading Securities.


KETENTUAN TRANSAKSI

o Minimum Deposit Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk umum dengan fee 0.15% buy - 0.25% SELL dan Rp.3.000.000,- untuk mahasiswa
o Investor dapat bertransaksi hingga 2x dari deposit, dengan ketentuan settlement date T+3. Artinya dalam 3 (tiga) hari setelah transaksi, investor berkewajiban untuk membayar kekurangannya.
o Dalam bursa berlaku prinsip good delivery yaitu jaminan bahwa investor yang melakukan pembelian saham akan mendapatkan saham pada hari ke-3 setelah transaksi (T+3). Dan good fund yaitu investor akan mendapatkan dananya setelah melakukan penjualan sahamnya pada 3 hari setelah transaksi.
o Fee TRANSAKSI NEGOSIASI mulai dari 0.15% buy & 0.25%sell.

Sumber: Vivanews forum

Postingan Populer