2. Ray Ban
3. Prada
4. Burberry
5. Gucci
sumber
Berikut kumpulan situs yang bisa Anda kunjungi seperti ditulis Huffingtonpost.
Tebak Google
Situs ini merupakan permainan serangkaian gambar yang semuanya ditemukan menggunakan mesin pencari Google. Anda punya 20 detik untuk menebak hal apa yang sedang dicari dan beberapa di antaranya diketahui sulit ditebak.
Unicorn on Computer Paper
Saat comedian Shawn Hollenbach berusia 10 tahun, ia sangat menggandrungi unicorn. Sedikit memalukan memang saat adik perempuannya menemukan koleksi gambar unicorn yang ia gambar kala kecil. Kini, Shawn memutuskan mengunggahnya di internet dalam Unicorn on Computer Paper.
Know What’s F*cking Crazy?
Budaya memang aneh, begitu pula hidup. Know What’s F*cking Crazy? merupakan sebuah blog tempat penulis Jake Dubs mengumbar satu elemen aneh saat itu.
TypeRacer
Penasaran seberapa cepat Anda bisa mengetik tiap menitnya? Ingin merasakan ganasnya kompetisi itu? TypeRacer menjadi wadah untuk itu. Tak hanya bisa membalap waktu, pengguna di seluruh dunia bisa Anda balap.
Taaz
Merasa bosan melihat alis Anda? Selalu berkhayal seperti apa jika alis berwarna hijau? Taaz mampu mewujudkan khayalan Anda setelah Anda mengunggah foto dan foto Anda akan dirias tanpa Anda perlu bereksperimen di dunia nyata.
The Final Image
Seorang blogger bernama Monte mengumpulkan koleksi foto dari adegan terakhir tiap film yang ia tonton untuk dimasukkan proyek The Final Image. Ia mengaku terkadang terkejut ‘apa yang bisa langsung dilupakan setelah menonton’.
Where the F*ck Is This?
Where the F*ck Is This? merupakan situs yang didedikasikan untuk mencari lokasi gambar-gambar indah yang menyebar di internet. Situs ini bisa menjadi cara sempurna memecahkan misteri terkait gambar menakjubkan yang pernah Anda lihat di internet dan tak mengetahui di mana lokasinya.
inilah.com
|
Sepintas terlintas di benak saya, bagaimana pendapat Anda tentang warna hitam? Saya baru kembali dari jalan-jalan di sepanjang Madison Avenue dan singgah di restoran kelas menengah untuk mengisi perut, namun saya merasa seperti baru pulang dari sebuah pemakaman massal.
Begitu banyak perempuan mengatakan untuk memakai warna apapun asalkan itu hitam. Saya tidak mengerti hal ini. Ketika semua orang mengenakan warna hitam, sepertinya dia terlihat agak menyedihkan. Bagaimana Anda bisa merasa bersemangat dan ceria ketika Anda tampak begitu menjemukan? Dalam situasi perekonomian ini, perasaan ceria sangat penting.
Saya tahu hitam bisa membuat Anda terlihat lebih ramping, tetapi begitu banyak perempuan yang sehari-harinya menggunakan pakaian warna hitam meski tubuh mereka sudah teramat kurus. Hitam bukan warna yang mudah untuk dikenakan karena ia membiaskan aura kelam pada wajah dan membuat penampilan Anda terlihat suram.
Saya suka warna hitam dan saya punya setumpuk pakaian hitam dalam lemari, sama seperti saya suka warna merah atau warna lainnya, saya juga punya banyak warna lain dalam lemari pakaian. Hanya saja saya tidak mengidolakan warna hitam sementara mengesampingkan warna lain.
Hari ini saya makan siang dengan dua orang gadis yang keduanya mengenakan pakaian hitam dari atas sampai bawah. Sementara saya mengenakan rok putih dan atasan putih bergaris-garis biru, sabuk emas dan aksesoris.
Mereka berdua saling berkomentar tentang penampilan saya yang menawan dan bertanya-tanya apakah mereka harus berhenti memakai warna hitam. Setelah lama berpikir, akhirnya mereka memutuskan tanpa alasan bahwa mereka akan merasa tidak nyaman dengan warna lain dan ketika aku tanya mengapa, jawaban mereka hanya, “yah, semua orang suka warna hitam, semua orang memakainya.”
Semua orang mengenakan warna hitam justru merupakan alasan terbaik yang terpikir olehku untuk menghindari warna hitam. Saya tidak suka berpenampilan serupa dengan orang lain. Saya suka gaun hitam mini dan tidak bisa membayangkan sedang berpakaian rapi tanpa sedikitpun yang kurang. Apabila Anda menemukan diri Anda terjebak dalam sebuah kondisi, terus-menerus memakai hitam atau warna lain yang sama, cobalah Anda terobos. Anda tidak harus memakai merah atau motif bunga. Anda dapat mencoba syal dalam warna lain atau mengenakan tas berwarna cerah.
Anda, yang selalu memakai warna atau gaya yang sama, cobalah ganti dengan sesuatu yang berbeda. Dan kirim tulisan Anda pada saya, biarkan saya tahu bagaimana perasaan Anda. Saya yakin Anda akan kaget karena Anda akan merasakan sesuatu yang berbeda.
Miriam Silverberg adalah seorang jurnalis lepas dan pemilik Miriam Associates Silverberg, sebuah agen publisitas butik di Manhattan. Hubungi silverbergm@mindspring.com.mau kaya??berhentilah sekolah atau berhentilah kuliah sekarang juga,and start action,karena ilmu di lapangan lebih penting daripada ilmu di sekolahan atau kuliahanMARIO TEGUH
Semua orang mendambakan kebahagiaan, mulai dari seorang filosofis yang mempunyai pemikiran sangat tinggi sampai orang bodoh dengan kesederhanaannya. Sang Konglomerat di Rumah besarnya maupun petani di gubuk sederhananya, sama-sama tidak menghendaki kecemasan dan kegelisahan. Yang menjadi pertanyaan saya "di manakan letak kebahagiaan itu?"

Yang satu mengatakan mereka harus menemukan jembatan penyeberangan lebih dulu, kemudian merangkak melalui jembatan itu pergi ke seberang sungai.
Yang satu lagi menimpali di pinggir kota yang sangat sepi ini mana ada jembatan. Lebih baik mereka membuat satu perahu, menyeberangi sungai memakai perahu itu.
Yang satu lagi berkata bahwa mereka telah menempuh perjalanan yang amat jauh, sudah sangat letih sekali, sekarang tiba saatnya harus berhenti dan beristirahat selama dua hari.
Dua ulat bulu yang lain menjadi tercengang mendengarkan perkataan teman mereka ini. Beristirahat?
Sungguh-sungguh sebuah lelucon, apakah tidak melihat madu yang ada dalam rumpun bunga di seberang sungai sudah hampir habis? Sepanjang perjalanan telah ditempuh dengan bergegas, masak datang kemari hanya untuk tidur di sini?
Belum habis perkataan diucap, yang satu sudah mulai memanjat pohon, bersiap-siap mematahkan sehelai daun sebagai perahu, yang satunya lagi sudah merangkak melalui sebuah jalan kecil yang ada di pinggiran sungai, mencari sebuah jembatan untukmenyeberangi sungai.
Tinggal ulat bulu yang terakhir. Dia merebahkan diri di bawah pohon yang rindang, tidak bergerak sama sekali. Dia berpikir, minum madu tentunya sangat nikmat, tetapi angin sepoi-sepoi sejuk yang berada di sini juga seharusnya dinikmati sepuasnya. Karena itu dia merangkak ke atas pohon yang paling tinggi, mencari sehelai daun dan merebahkan diri di atas daun.
Suara aliran sungai bagaikan alunan musik yang sangat nyaman untuk didengar, daun pepohonan yang ditiup angin sepoi-sepoi bagaikan ayunan keranjang bayi yang sedang bergoyang, dengan cepat ulat tersebut terlelap.
Entah telah lewat berapa lama, entah pula bermimpi apa, setelah terbangun, dia menemukan dirinya telah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah sekali. Sayapnya itu begitu indah dan ringan, hanya dikibaskan untuk beberapa kali saja sudah bisa terbang ke seberang sungai sana.
Saat itu bunga-bunga sedang bermekaran dengan indah sekali, di dalam setiap kuntum bunga penuh madu yang manis dan wangi. Dia sangat ingin menemukan dua rekan seperjalanannya, tetapi dia tidak menemukan mereka, meski sudah terbang ke seluruh rumpun bunga yang berada di sana. Ternyata temannya telah mati kelelahan di tengah perjalanan, sedangkan yang satunya lagi mati terbawa arus sungai dan terhempas ke dalam laut.
Di dunia ini, bila kita melakukan sesuatu dengan mengikuti keadaan secara wajar maka akan menghasilkan kekuatan luar biasa yang tiada bandingnya. Tidak ada apapun yang memiliki daya gaib pesona yang lebih besar jika dibandingkan dengan saat kita berjalan mengikuti watak hakiki.
Sayang sekali, di dalam masyarakat sekarang ini, yang cenderung membicarakan persaingan, yang mementingkan keuntungan pribadi, prinsip seperti ini sulit untuk bisa dimengerti setiap orang.
|
Pernah juga sekali, Lincoln tiba-tiba menyadari telah kurang memberikan 100 gram daun teh kepada pelanggan sehingga ia bergegas menempuh jarak berkilo-kilometer untuk mengantarkan kekurangan tersebut, yang tiada habisnya mengharukan para pelanggan.
Paras Lincoln tidaklah tampan, pernah dipergunjingkan banyak orang, tetapi Lincoln tidak menganggapnya tabu. Pada satu kesempatan, Lincoln berdebat dengan Douglas lawan politiknya menjelang pemilihan presiden. Douglas menyatakan bahwa Lincoln adalah orang bermuka dua, lain di bibir lain di hati.
Kemudian tiba gilirannya, Lincoln berucap: “Douglas baru saja berkata bahwa saya bermuka dua, cobalah kalian pikir, jika saya memiliki wajah yang lain, akankah saya tetap mengenakan wajah yang ini untuk menjumpai kalian?” Pernyataan ini memancing gelak tawa hadirin, Douglas sendiri pun ikut tertawa.
Saat ini di Swedia, sebuah pesta pernikahan bisa berupa perayaan sederhana yang dilakukan di gereja atau lokasi lain yang ditunjuk calon pengantin, atau bisa berupa upacara pernikahan yang megah. Beberapa pasangan bahkan menyelenggarakannya ke pulau tropis yang terpencil.
Beberapa mempelai perempuan kebanyakan mengenakan gaun putih, namun ada juga yang memilih jenis warna dan motif yang berbeda.
Gaun tradisionalnya berwarna hitam, dahulu biasa dikenakan dalam sebuah perayaan atau kesempatan tertentu, bagaimanapun juga untuk pernikahan, gaun dirancang sangat anggun dengan hiasan syal sutra, untaian bunga, renda buatan tangan, manik-manik dan mutiara kaca serta pita sutra yang beraneka warna. Mahkota wanita seringkali dihias dengan rangkaian myrtle dan penutup wajah berwarna putih.
Sudah menjadi tradisi bahwa sebelum pesta, calon pengantin pergi ke fotografer untuk mengabadikan gambar mereka, baru setelah itu berangkat menuju gereja. Dekorasi gereja didisain dengan rangkaian bunga atau pada musim panas seringkali diberi hiasan ranting atau batang pohon.
Setelah upacara usai, para tamu berkumpul di luar gereja untuk mengucapkan selamat berbahagia dengan melemparkan biji–biji beras ke arah pengantin.
Setelah itu, pasangan pengantin biasanya langsung berangkat menuju ke tempat di mana perayaan berlangsung dengan menggunakan sebuah mobil mewah atau sebuah kereta kuda.
Selama hidangan makan malam akan ada beberapa pidato sambutan dan beberapa orang akan menyanyikan lagu yang disambut dengan toss. Acara dansa dimulai setelah selesai santap malam, pasangan pengantin yang baru saja menikah mengawali acara dansa dengan diiringi musik waltz.
Hari setelah malam pernikahan, kepada si istri dihadiahkan sebuah kado yang dalam bahasa Swedia disebut morgongava, artinya hadiah pagi hari. Di waktu lampau, sang suami yang berinisiatif memberikan sesuatu yang berharga. Hadiah itu biasanya berupa semacam asuransi kepada pengantin perempuan jika kelak terjadi sesuatu pada sang suami. Di zaman moderen, hadiah umumnya berupa perhiasan, namun tidak setiap orang mengikuti tradisi ini.
Di Swedia ada beberapa ungkapan tentang pernikahan:
“Apabila mempelai perempuan memakai satu logam perak pada sepatunya, maka di rumahnya tidak akan pernah kekurangan suatu apapun”
“Hujan atau salju yang datang saat hari pernikahan menandakan pasangan itu akan berlimpah harta.”
Masyarakat Swedia juga mempunyai kebiasaan memakai sesuatu yang sifatnya lama, baru, barang pinjaman dan sesuatu yang berwarna biru. Menggunakan barang lama ada kaitannya dengan sejarah keluarga dan berarti optimisme dan harapan bagi kehidupan yang baru. Menggunakan barang pinjaman berarti untuk mengingat semua kerabat dan sahabat, sedangkan warna biru adalah menandakan kesetiaan. (Pirjo Svensson/The Epoch Times/bum)
|
“Aku yakin tidak ada perempuan di dunia yang ingin sendirian selama hidupnya. Namun sendiri itu sendiri tidak berarti kita ditakdirkan untuk menderita selamanya. Menjadi lajang sama sekali bukan hal yang buruk? Kegagalan dalam hubungan membuatku belajar untuk mencintai diri sendiri. ’Better Single Than Sorry’, buku ini aku tulis berdasarkan pengalamanku. Masa lajang adalah waktu untuk bersenang-senang, belajar hal-hal baru, mengasah kedewasaan, bukan waktu untuk berputus asa, hargailah kesempatan itu!”
Sebagian besar individu yang belum berkeluarga atau belum memiliki pasangan hidup, memasuki usia tiga puluh adalah suatu hal yang paling ditakuti, terlebih bagi kaum hawa.
Mereka menganggap angka tiga puluh merupakan usia rentan atau titik kulminasi yang menentukan keberhasilan seseorang dalam menemukan pasangan hidup. Perempuan yang telah gagal menemukan pasangan idaman di usianya yang ke-30 harus mengubah pandangan sempitnya mengenai apa yang mereka lihat dari seorang pria.
Tatkala masih muda, tentunya ia punya banyak sekali kriteria mengenai pasangan yang sempurna. Namun tujuannya sekarang bukan lagi mencari pasangan sempurna tapi apa yang diharapkan dengan mengejar harapan yang tak berkesudahan itu, ini semua hanya akan membawa dirinya terbuai dengan angan-angan.
Seorang penulis Lori Gottlieb, 40 tahun mengatakan “seorang perempuan lajang yang sudah berumur seringkali melakukan kesalahan yang menyebabkan dirinya kehilangan kesempatan untuk menemukan kebahagiaan karena tidak berhasil mengubah ekspektasinya yang terlampau tinggi dan muluk. Para perempuan moderen telah dibodohi oleh tayangan-tayangan film Cinderella, program televisi seperti Friends atau buku novel seperti novel karangan Jane Austen yang akhirnya membuat mereka yakin bahwa kelak mereka akan menemukan pria pujaan yang mereka idamkan."
Sebaliknya, Gottlieb berpendapat bahwa perempuan harus mampu melihat jauh ke depan dan bersikap realistis, memandang pernikahan bukanlah sebuah “pelampiasan gairah“ melainkan suatu “kemitraan yang dibentuk untuk menjalankan sebuah usaha kecil-kecilan yang sifatnya non profit meski acapkali membosankan.”
Perempuan yang selalu berusaha menemukan lelaki idaman, dalam jangka panjang malah akan membuat diri mereka terjebak dalam kesendirian dan ketidakbahagiaan karena mereka telah melewatkan kesempatan memiliki patner usaha yang bagus.
Topik ini telah menjadi inspirasi masyarakat Hollywood setelah buku barunya “Marry Him: The Case for Settling for Mr Good Enough“ dijadikan sebuah judul film. Gottlieb yang adalah orang tua tunggal bagi anaknya menulis berdasarkan pengalaman pribadinya bahwa ia berharap seandainya ia telah memilih pria pilihan kedua bagi dirinya.
Apa yang menjadi impian Gottlieb, seperti halnya apa yang menjadi impian sang ibu dan neneknya yakni jatuh cinta kemudian menikah dan hidup bahagia selamanya. Keluarganya sangat mendambakan pernikahan ideal, namun karena keras kepala kita, akibatnya, kita malah menjauhi suatu hubungan tak terduga yang kita anggap menjenuhkan yang mungkin bisa membuat kita bahagia.
Ia pun segera menemukan pandangan baru bahwa apabila seseorang memiliki pemahaman yang lebih realistis tentang keadaan atau dampak tak langsung atas pemikiran tersebut maka ia mungkin akan melakukan hal yang berbeda.
Menurut Gottlieb, keberhasilan sebuah pernikahan bukanlah semata keberhasilan menciptakan hubungan romantis. Pendapat berbeda dari Profesor Cary Cooper, seorang psikolog di Universitas Lancaster yang mengatakan bahwa perempuan yang tidak mampu menemukan pria idaman seharusnya tidak mencari pria pilihan kedua sebagai alternatif penyelesaian masalah.
Bagi Cooper, tidak ada satu seorang pun baik pria atau perempuan yang sempurna, yang memiliki semua karakteristik yang diinginkan. Maka dari itu, adalah keajaiban apabila seseorang berhasil menemukan seorang pendamping hidup yang tepat dan memenuhi seluruh kriteria.
Sarannya bagi perempuan lajang agar mencari teman sebanyak-banyaknya. Carilah yang memiliki karakteristik yang paling mendekati terbaik. Kita perlu mencari tahu apa yang kita inginkan dan kemudian pergi mencari seseorang yang setidaknya memenuhi beberapa prioritas utama kita.
Terkadang Cooper merasa heran apabila ada perempuan yang mengatakan sedang menunggu datangnya seorang pria yang tepat, apakah mungkin itu hanya dalih untuk menghindar dari suatu hubungan atau menghindar dari berkomitmen terhadap suatu hubungan. Sesungguhnya bagi Cooper, menemukan seseorang bukanlah hal yang susah. (Chen Ching Ling/The Epoch Times)
| |
Jennifer Aniston—Artis, 41 tahun
“Jika orang melihat diriku sebagai seorang perempuan kesepian yang berjuang untuk hidupnya, biarlah mereka berpikir demikian. Aku pikir tak seorangpun bisa menentukan rencana atau mengendalikan kehidupan cintanya. Kita harus bersedia menerima apa yang terjadi. Aku memiliki komunikasi yang sangat baik terhadap diriku sendiri, begitulah proses hidup seseorang. Aku punya pekerjaan, keluarga dan teman-teman yang hebat dan aku mencintai apa yang aku lakukan, cobalah menerima diri kita apa adanya.”
Vivian Hsu—Model, 34 tahun
“Jangan menyiksa diri, tak ada guna, hanya akan buang-buang waktu. Buatlah diri Anda berharga dengan melakukan sesuatu yang Anda suka seperti berbelanja. Aku cukup bahagia menjadi perempuan lajang. Aku bukan tipe perempuan yang mencari teman kencan semata hanya untuk berpacaran. Ada seorang penggemar pernah mengatakan kepadaku bahwa aku adalah tipe istri yang cocok untuknya. Aku tidak tahu apakah itu cinta atau bukan, yang terpenting aku menikmati menjadi perempuan yang mandiri.”